Sosok

Mengenal Lebih Dekat Penulis Novel Arumi Ekowati

Meet & Greet di Aula Dispersip Provinsi Kalsel, Selasa 10 Juli 2018

TandaPetik.Com – Seperti yang sudah dijadwalkan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan akan melaksanakan Meet and Greet Penulis Novel Arumi Ekowati, Selasa 10 Juli 2018, pukul 15.00 Wita di Aula Dispersip Provinsi Kalsel.

Dalam kesempatan kali ini, tim TandaPetik.Com mendapat kesempatan untuk mewawancarai langsung Arumi Ekowati di ruangan Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Hj. Nurliani Dardie. Dengan senang hati, kami mencatatkannya untuk para pembaca tandapetik.com. Selamat membaca.

Arumi Ekowati adalah seorang penulis kelahiran Jakarta, 6 Mei. Ketertarikan terhadap dunia tulis-menulis sudah terlihat sejak usianya masih belia. Ia mengaku sejak kecil sering membuat catatan-catatan berupa cerita di buku tulis hingga penuh. Sampai akhirnya, sebuah karya cerpennya terbit untuk pertama kali di majalah Aneka Yess tahun 2005 berjudul “Kucing Misterius”.

Selain menulis, sejak kecil Arumi suka menggambar. Kesukaannya ini berlanjut ketika bekerja sebagai arsitek. Meski begitu, menulis cerita tidak bisa dilupakannya. Setiap kali ada kesempatan seperti kursus menulis, ia selalu berusaha mengikuti untuk belajar dan terus belajar.

Menggunakan Nama Samaran

Seiring waktu, Arumi Ekowati diberi kesempatan oleh salah satu penerbit untuk menuliskan novel cerita romance Korea. Dia pun menerima tawaran itu, dan novel berlatar Korea itu terbit dengan judul Saranghaeyo (Aku Cinta Kamu). Arumi mengaku, saat itu masih menggunakan nama samaran. Yakni, Karumi Iyagi.

Penggunaan nama samaran ini mulai ditinggalkan oleh Arumi sejak di novelnya berjudul Tahajud Cinta di Kota New York. Hanya saja, Arumi tidak menuliskan nama selengkapnya, cukup Arumi, E. Saat ditanyakan alasannya, Arumi mengaku untuk membuat orang penasaran saja.

“Maksud saya sih biar orang penasaran saja,” jawab Arumi tersenyum.

Lebih jauh Arumi menceritakan novel  Tahajud Cinta di Kota New York rencananya akan diangkat menjadi film layar lebar.

“Sudah tanda tangan kontrak dan kita tunggu saja kelanjutannya,” ungkap Arumi menceritakan bahwa selain Tahajud Cinta di Kota New York, masih ada judul novel lainnya yang sudah dilirik untuk dijadikan film.

Untuk sekadar diketahui, selama ini Arumi telah menghasilkan karya novel sebanyak 28 judul. Selain kategori romance Korea, romance islami, Untuk beberapa tahun terakhir, Arumi juga merambah ke kategori lain seperti teenlit dan horor.

Proses Kreatif Arumi Ekowati

Seperti penulis kebanyakan, ada kalanya mengalami stagnan ketika sedang menulis. Arumi bercerita hal tersebut akan ia jumpai apabila belum yakin betul dengan cerita yang ditulisnya. Baik itu plot, bahkan ending yang belum jelas akan membuat Arumi kebingungan dan berujung stagnan.

Saat ditanyakan pengalamannya menuliskan novel yang berbeda dalam satu waktu sekaligus, Arumi ternyata pernah mengalami hal tersebut. Ia dengan senang hati melakukannya sebagai proses pembuktian diri sekaligus tantangan.

“Pernah saya menulis dua novel sekaligus dalam waktu bersamaan. Penerbit satu memberi waktu 6 bulan, dan satunya lagi cuma 3 bulan harus selesai. Di sinilah saya harus konsentrasi penuh sebagai penulis dan sudah selayaknya menganggap ini sebagai pekerjaan, ” ujarnya menutup wawancara kali ini. Selebihnya, Arumi akan menceritakan panjang lebar esok hari dalam acara meet & greet. Sampai berjumpa! (Tim)

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

ardian

Saya adalah penggemar segala hal. Satu hal yang tidak saya gemari, berpikir!

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin