Politik

Ribut Soal PSI Tolak Poligami, Ini Kata Mereka

TandaPetik.Com – Politik Anti Poligami disuarakan oleh Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie saat menggelar Festival 11 PSI di Surabaya pekan lalu, menuai kontroversi. Tak sedikit pihak yang bersemangat menanggapi gagasan tersebut dengan alasan masing-masing.

Alasan PSI Menolak Poligami

Merujuk laman resmi parpol PSI yang beralamat di psi.id, mereka merilis alasan utama anti poligami. Berikut petikannya;

PSI adalah parpol yang peduli pada keadilan, khususnya kalangan perempuan yang sampai kini masih banyak mengalami diskriminasi. Riset LBH APIK tentang poligami menyimpulkan bahwa pada umumnya, praktik poligami menyebabkan ketidakadilan: perempuan yang disakiti dan anak yang ditelantarkan.

Poligami menimbulkan ketidakharmonisan dan menyebabkan perceraian. PSI berpandangan, keadilan harus ditegakkan dari rumah, dari keluarga. Karena keluarga yang setara adalah prasyarat penting bagi tegaknya keadilan dalam skala lebih besar di masyarakat dan negara. PSI tak ingin menempatkan perempuan lebih tinggi, yang kami perjuangkan adalah KESETARAAN antara laki-laki dengan perempuan.

PSI tidak mau masuk pada perdebatan teologis. Kami menghormati perbedaan pandangan keagamaan baik yang pro dan kontra poligami. Biarlah hal itu menjadi diskusi dalam pemikiran keagamaan dan perbedaan budaya dalam masyarakat.

Fokus PSI melihat poligami sebagian masalah sosial dan isu keadilan perempuan. Banyak lembaga perempuan dan hak asasi manusia, khususnya Komnas Perempuan yang menegaskan bahwa dalam praktiknya poligami menimbulkan ketidakadilan pada perempuan dan menjadi salah satu penyebab keluarga tidak harmonis. Bagi kami memberikan perlindungan pada perempuan dan anak-anak dalam keluarga yang harmonis menjadi tujuan utama demi masa depan bangsa ini.

Tanggapan MUI

Dilansir kumparan.com. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Cholil Nafis menanggapi isu anti poligami yang dilontarkan ketum PSI. Dia menyesalkan PSI yang bermain isu poligami.

“Kok yo hanya cari ribut, bukan menyelesaikan urusan bangsa ini. Mudah-mudahan PSI tak lolos pemilu ini,” kata Cholil dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (17/12).

Cholil sendiri tak berpoligami, tapi dia menyayangkan isu yang terkait agama ditarik ke wilayah politik. Belum lagi ada yang bersuara bahwa poligami bukan ajaran Islam.

“Tanda akhir zaman itu, orang bodoh memberi fatwa dan orang ruwaibidhah (gendeng) bicara masalah-masalah besar keislaman dan kebangsaan. Coba deh baca Rasulullah SAW itu poligami, sahabat juga poligami,” beber dia.

Komentar Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra

Dilansir republika.co.id, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengomentari terkait pelarangan poligami bagi pejabat publik hingga aparatur sipil negara yang diinginkan PSI. Menurutnya, dibanding mengangkat isu poligami lebih baik PSI mengurusi permasalahan prostistusi.

Bagi Andre poligami sudah diatur dalam agama masing-masing maka tidak perlu lagi dipersoalkan. Apalagi, kata dia, menikah adalah hak konstitusi setiap orang. Bahkan di dalam Islam urusan poligami sudah diatur cukup ketat.

“Di Islam poligami diperbolehkan dengan sejumlah persayaratan. Ada yang tidak boleh di agama Kristen maupun Katolik. Jadi aturannya sudah jelas,” ungkap Andre.

Oleh karena itu, Andre menyarankan lebih baik PSI mengurusi soal prostistusi dan perzinahan, jika ingin menghormati kaum perempuan. Maka sangat tidak tepat jika larangan poligami sekadar untuk menghargai kaum perempuan. Sebab berpoligami bukanlah tindakan yang tidak menghargai perempuan.

Dukungan Tolak Poligami, Bukan Ajaran Islam

Polemik tolak poligami yang digulirkan PSI kian memanas saat Komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe’i. Menurutnya, poligami termasuk kekerasan terhadap perempuan. Imam kemudian mengatakan di Indonesia sudah ada Undang-Undang yang mengatur tentang poligami dan persyaratannya rumit sehingga mempersulit orang untuk poligami. Poligami sendiri menurut Imam bukan ajaran Islam.

“Saya berkeyakinan poligami bukan ajaran Islam. Jauh sebelum Islam datang itu praktik poligami sudah dilakukan. Artinya dengan menyebut poligami ajaran Islam itu keliru. Kemudian Islam datang dan ada ayat poligami itu dalam konteks apa, memerintahkan atau mengatur,” ujarnya seperti dilansir detik.com, Senin 17 Desember 2018.

Tanggapan Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi

Menanggapi ucapan Imam Nahe’i, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi Dadang Kahmad mengatakan, poligami merupakan ajaran Islam karena terdapat dalam Alquran. Namun, Dadang mengatakan Alquran tidak menganjurkan atau tidak mewajibkan seorang muslim berpoligami. Dia menyatakan Alquran memuat aturan atau kondisi yang memungkinkan muslim berpoligami.

“Saya kira tidak mungkin (poligami bukan ajaran Islam), karena ada dalam ajaran Islam ada dalam Alquran, jadi kita tidak usah menafikan,” kata Dadang melansir detik.com

Tanggapan Ketua PBNU Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan

Ketua PBNU Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan Robikin Emhas menjelaskan, mengenai poligami terdapat dalam Alquran surat An-Nisa ayat 3, yang menyatakan seseorang harus berlaku adil saat berpoligami.

“Islam memang tidak memerintahkan poligami. Namun jelas membolehkan poligami, dengan catatan dapat berlaku adil,” ujar Robikin.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin
%d blogger menyukai ini: