Teknologi

Waspada, Begini Cara Hacker Memanfaatkan Euforia Piala Dunia 2018

TandaPetik.Com – Piala Dunia 2018. Disamping manfaat positif yang kita dapat dari perkembangan teknologi internet, kita harus tetap waspada dan mengenali peluang kejahatan yang menyertainya. Termasuk pada saat orang-orang sedang mengalami euforia Piala Dunia 2018.

Euforia Piala Dunia 2018 sangat mungkin dimanfaatkan untuk melancarkan aksi kejahatan siber. Artikel berikut menjelaskan metode atau modus operandi yang perlu Anda ketahui dan waspadai. Selamat membaca.

Eset Bocorkan Modus Hacker di Euforia Piala Dunia 2018

Berdasarkan laporan peneliti perusahaan software keamanan, ESET, sejumlah email spam telah beredar dengan tujuan mengambil keuntungan dari semakin meningkatnya perhatian penggemar sepak bola dunia.

“Spam berbahaya ini menyebar secara masif dan luas di internet melalui media sosial, email atau aplikasi pesan singkat. Misi mereka adalah menipu dengan berbagai teknik social engineering, yang dengan persuasif menjebak korban dan mengambil uang mereka,” kata ESET dalam keterangan tertulis pada Minggu (17/6/2018).

Cara Sederhana Hacker di Piala Dunia 2018

Strategi para penjahat siber menggunakan taktik klasik dan sederhana dalam melancarkan aksinya. Salah satunya adalah dengan berpura-pura memberikan pemenang undian. Jenis utama penipuan email yang terkait dengan Piala Dunia adalah melalui spam.

Melalui email penipuan itu, hacker mengatakan bahwa penerima pesan tersebut berhasil mendapatkan hadiah uang tunai dalam undian yang dipegang oleh mitra resmi dan sponsor, seperti Visa, Coca-Cola dan Microsoft, serta FIFA sendiri.

Setelah para korban menanggapi email tersebut, mereka biasanya diyakinkan agar membayar biaya untuk bisa mendapatkan hadiah.

Para penipu juga mencoba meyakinkan korban mereka untuk mendapatkan lebih banyak uang, sampai korban menyadari kesalahannya, tapi setelah semuanya terlambat.

Menurut ESET, email semacam ini terutama ditujukan untuk mengambil data pengguna termasuk keuangan, dengan tambahan bisa memperoleh uang receh dari transfer.

Pesan semacam itu juga dapat berisi lampiran jahat, misalnya, program Trojan-Banker atau mungkin ancaman lainnya, baik dari kelompok penjahat siber yang sama atau dari penipu lain yang dapat membeli daftar alamat email aktif dari rekan-rekan mereka.

Jenis penipuan spam umum berisi tawaran untuk mengambil bagian dalam pemberian tiket gratis atau memenangkan perjalanan ke Piala Dunia.

Korban diharuskan mendaftar di halaman promosi palsu dan memberikan alamat email, atau, seperti dalam kasus email lotere, yaitu mengirimkan rincian data pribadi mereka kepada “penyelenggara”.

“Pesan seperti itu dikirim atas nama FIFA, yang biasanya dari alamat domain yang baru terdaftar. Tujuan dari skema tersebut, untuk memperbarui basis data email serta mendistribusikan lebih banyak spam,” demikian tulis ESET dalam laporannya.

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin