Usai Talkshow, Eka Kurniawan Diajak Ke Ruang Pelayanan Dispersip Kalsel, Ini Katanya

  • Whatsapp

TandaPetik.Com – TalkShow Eka Kurniawan yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan,  20/1/2019 berlangsung selektif teruntuk 50 orang yang bisa hadir.

Kepala Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Nurliani merasa bahagia akan hadirnya Eka Kurniawan sesuai undangan.

Muat Lebih

“Kami merasa sangat bahagia, tersanjung atas kesedian Eka Kurniawan memenuhi undangan kami,” ujarnya.

Dia berterimakasih dengan hadirnya sastrawan Kalsel, Iberamsyah Barbari, He Benyamine, Sainul Hermawan dan Agustina Thamrin.

Talkshow bersama Eka Kurniawan dimulai jam 08.30 yang dilaksanakan di ruangan rapat Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan diskusi, Eka Kurniawan mengaku tidak mengenal kondisi sastra yang ada di Banjarmasin atau Kalimantan Selatan khususnya. “Sejujurnya saya tidak banyak tahu tentang sastra lokal di Banjarmasin ini,” ucapnya saat membuka pembicaraan.

Talkshow berlangsung hangat, dengan lontaran beberapa pertanyaan dari beberapa peserta, salah satunya Sainul Hermawan yang merupakan Dosen Universitas Lambung Mangkurat. Dia bertanya tentang kontribusi kritik terhadap karya Eka Kurniawan. Lantas Eka menjawab, kritik merupakan tamu menyenangkan bagi dirinya.

“Sebuah kritik adalah tamu yang menyenangkan apabila ditulis kreatif dengan gaya menyenangkan,” ucap penulisan Cerpen Corat Coret di Toilet ini.

Dia juga menyampaikan bagaimana tentang jebakan-jebakan para penulis serta beberapa seleksi market dan tentang grafis sampul buku yang dikerjakannya sendiri.

Usai Talkshow, Eka Kurniawan diajak menengok ruang pelayanan (perpustakaan) Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan. Dia memuji ruangan baca Dispersip tersebut.

“Di perpustakaan ini suasananya begitu hidup, jarang sekali ada perpustakaan seperti ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Dispersip juga mempersilakan bagi para peserta untuk minta tanda tangan Eka Kurniawan serta berfoto bersama. Eka Kurniawan juga mendapatkan lukisan wajah dari pelukis Banjarbaru Gusti Setya Aryandi alias Antung.

Pos terkait