Tembus Angka 40 Ribu, 5 Provinsi Dominasi Kasus COVID-19

  • Whatsapp
Seorang perempuan mengenakan masker di sebuah kawasan di pinggiran Kota Wuhan, di Provinsi Hubei, 27 Januari 2020, di tengah merebaknya virus corona yang mematikan.
Seorang perempuan mengenakan masker di sebuah kawasan di pinggiran Kota Wuhan, di Provinsi Hubei, 27 Januari 2020, di tengah merebaknya virus corona yang mematikan.

Penambahan kasus menunjukan penularan masih terus terjadi. Masih banyak orang yang tidak sadar dirinya positif COVID-19 kemudian menulari orang lain.

JAKARTA, tandapetik.com- Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan COVID-19  Achmad Yurianto mengatakan, penambahan kasus baru banyak didapatkan dari penelusuran kontak. Penelusuran ini ditindaklanjuti pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

“Penambahan kasus baru banyak didapatkan dari penelusuran agresif dari setiap kasus positif yang dilaporkan dari dinas setempat,” kata Yurianto pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (16/6).

Seperti dilansir laman Kementerian Kesehatan, pemeriksaan spesimen hari ini bertambah 17.052. Total 540.115 spesimen yang sudah diperiksa. Oleh karena itu, pasien positif COVID-19 bertambah 1.106, total 40.400.

“Secara rinci penambahan kasus positif masih didominasi oleh 5 provinsi antara lain Jawa Timur 245 kasus 71 sembuh, Sulawesi Selatan 175 kasus 44 sembuh, Kalimantan Selatan 169 kasus 6 sembuh, DKI Jakarta 101 kasus 134 sembuh, dan Jawa Tengah 56 kasus 30 sembuh,” katanya.

Penambahan tersebut menunjukan penularan masih terus terjadi. Masih banyak orang yang tidak sadar dirinya positif COVID-19 kemudian menulari orang lain.

“Jaga jarak, memakai masker harus diutamakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Yurianto menegaskan.

Ia mengungkapkan, ada beberapa daerah dengan tingkat penambahan kasus positif COVID-19 sedikit, yakni Papua 32 kasus baru dan 103 sembuh, Banten 34 kasus baru dan 25 sembuh, Sumatera Barat 6 kasus baru dan 36 sembuh. Selain itu, terdapat 18 provinsi melaporkan penambahan kasus di bawah 10. Di sisi lain,  ada 7 provinsi tidak ada penambahan kasus baru dengan jumlah pasien sembuh yang signifikan.

“Oleh karena itu total kasus sembuh bertambah 580 total 15.703 orang, meninggal 3 total 2.231. Kami masih melakukan pemantauan pada 29.124 orang dan pengawasan pada 13.510 pasien,” imbuhnya. (rva)

Pos terkait