Politik

Strategi Tahapan Kampanye untuk Para Caleg

TandaPetik.Com – Artikel ini sengaja saya tulis di tahun politik. Dan saya yakin, saat tulisan ini dibuat, para caleg di luar sana sedang menyusun berbagai macam strategi kampanye. Dampaknya, mungkin ada yang sedang sakit kepala, susah tidur, bingung untuk mengawali, dan mungkin masuk angin.

Percayalah, hal itu wajar terjadi. Setiap strategi kampanye politik yang dirumuskan harus mampu menciptakan dampak tertentu sesuai harapan. Untuk tercapainya hal tersebut, bukan perkara mudah.

  • Tidak cukup hanya dengan membuat kalender 2019 lalu membagikannya secara gratis.
  • Tidak cukup hanya dengan membuat kaos.
  • Tidak cukup hanya dengan memasang baliho di pinggir jalan.
  • Tidak cukup hanya promosi di media sosial dengan memajang wajah dan nomor urut caleg.
  • Tidak cukup hanya dengan mencetak kartu nama.

Jika ada yang mengatakan hanya cukup dengan semua yang tadi saya sebutkan, itu terlalu mudah. Buktinya, berapa banyak sudah para caleg yang gagal duduk di kursi legislatif, padahal semua itu sudah dilakukan.

Dari semua yang sudah saya sampaikan tadi, saya menyebutnya hanyalah pada tataran alat peraga. Seperti laiknya seorang guru yang ingin menjelaskan tentang letak wilayah geografis, si guru memerlukan alat peraga berupa peta atau bola dunia agar para siswa mudah memahami pelajaran.

Strategi Tahapan Kampanye 3A

Sebelum capek membaca tulisan ini, silakan jawab pertanyaan saya. Apa tujuan Anda berkampanye? Jika jawabannya agar Anda dikenal oleh para calon pemilih, lantas mengajak mereka untuk memberikan dukungan suaranya kepada Anda, silakan lanjutkan membaca.

Tapi saya tidak menjamin hanya lewat artikel ini Anda bakal sukses terpilih sebagai caleg. Bagaimanapun, politik bersifat dinamis. Perilaku masyarakat mudah berubah. Pada situasi tertentu, Anda harus cepat mengambil tindakan kampanye alternatif untuk membendung kelemahan atau ancaman yang dapat merugikan elektabilitas yang sudah susah-susah Anda bangun. Itu sebabnya, seorang caleg harus selalu mengevaluasi strategi yang telah dijalankan. Bagaimana cara mengevaluasinya, itu tergantung dari target dan sasaran yang ingin Anda capai.

Strategi kampanye 3A adalah tentang awareness, attitude, dan action.

Ketiga tahapan ini bertujuan agar kampanye Anda berhasil dalam tahap memberikan perubahan. Pertanyaannya, perubahan semacam apa? Dari orang yang tidak kenal menjadi kenal. Setelah kenal menjadi percaya. Setelah percaya menjadi pendukung Anda. Bukankah itu yang diinginkan?

  • Aktifitas kampanye tahap pertama bisa disebut tahapan alat peraga yang tadi saya sebutkan, memunculkan kesadaran awareness). Tujuannya adalah menciptakan perubahan pada tataran pengetahuan. Namun alat peraga yang efektif adalah alat peraga yang mampu memunculkan kesadaran (awareness) atau bertambahnya pengetahuan tentang diri Anda.

Contoh sederhana begini; ada seorang caleg memasang baliho, menuliskan namanya, nomor urutnya dan wajahnya. Lantas siapakah dia? Toh saya tidak kenal. Apa yang membuat dia layak dipilih? Toh saya tidak memiliki informasi tentang riwayat hidupnya. Dan seterusnya. Bagi caleg baru, sebaiknya menyelesaikan poin ini dahulu sebelum memasang baliho

  • Tahap kedua adalah sikap (attitude). Kampanye tahapan ini adalah bertujuan untuk menciptakan kondisi rasa simpati, suka, peduli agar Anda mendapatkan dukungan. Menciptakan rasa simpati, suka dan peduli bisa dimulai dengan melakukan riset kecil-kecilan tentang kondisi sosiografis dapil Anda. Dari riset tersebut, Anda akan menemukan isu-isu terbaik untuk Anda jadikan bahan ketika berkomunikasi dengan mereka.
  • Pada tahap ketiga adalah tindakan (action). Setelah sukses membangun tahapan pertama dan kedua, diharapkan ada tindakan kongkret dan terukur. Anda berhasil memperoleh dukungan. Mereka memercayai bahwa Anda adalah sosok yang tepat untuk mewakili diri mereka di kursi legislatif.

Silakan Anda otak-atik sendiri Rumus 3A di atas, termasuk strategi teknis di lapangan. Poin penting rumus ini adalah bagaimana cara Anda atau tim kampanye Anda mengkomunikasikannya kepada orang-orang di dapil Anda.

Sekali lagi, rumus di atas bukan sesuatu yang mutlak. Banyak sekali strategi kampanye yang bisa dilakukan. Lain waktu, jika umur panjang, saya akan menyambungnya lagi dengan pembahasan berbeda. Selamat mencalonkan diri jadi caleg. Janji manis itu baik, tapi terlalu manis, lama-lama rasanya akan menjadi pahit.

Mohon maaf jika tulisan ini terkesan menggurui, atau tidak sepaham dengan strategi Anda. Jika itu terjadi, sebaiknya Anda tertawakan saja.

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

harie insani putra

Penulis kambuhan. Kadang menulis dengan jurus mabuk.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin