Esai

Siapa yang Suka Kencing Tidak disiram di WC Umum?

TandaPetik.Com – Bagi Anda yang sering menggunakan Toilet / WC Umum maupun milik Masjid / Mushalla pasti pernah menemukan tulisan seperti di bawah ini.

“Habis Menggunakan, Tolong Tutup Krannya.”

“Setelah Menggunakan, Jangan Lupa Disiram. Siapa Lagi Yang Menjaga Toilet Ini Selain Anda Yang Menggunakan.”

“Setelah Menggunakan, Tolong Matikan Lampunya.”

“Jangan buang pembalut di kloset.”

Percayalah, itu bukan himbauan basa-basi. Para pengelola toilet / wc berharap kepada para pengguna untuk hemat energi. Iya energi berupa listrik dan air.  Tujuan berhemat entah untuk mendukung kampanye penghematan energi karena saat ini bumi sudah mulai sakit, atau karena semakin mahalnya bayaran listrik atau biaya air ledeng yang juga mengalami kenaikan. Kalau peringatan untuk pembalut, bisa dipastikan tidak ada kaitannya dengan energi listrik. Hello, Sista..! Jangan buang pembalut di lubang WC karena bisa bikin mampet saluran pembuangan.

Seringnya muncul himbauan di beberapa toilet atau wc umum, seakan membuat para pengguna fasilitas sejuta umat tersebut harus selalu diingatkan. Jika seperti itu, sungguh menyedihkan. Jangan-jangan ini memang budaya kita, dalam kehidupan selalu harus diingatkan. Bukan cuma masalah listrik dan kran air. Masih banyak jenis peringatan lain, contohnya:

“Buang Sampah Pada Tempatnya.”.

“Jangan Buang Sampah di Sungai.” dan lain-lain.

Parahnya, walau pun sudah ada himbauan dengan kalimat-kalimat di atas, masih saja banyak yang melanggar. Perhatikan sungai atau lingkungan di sekitar Anda untuk membuktikan kebenaran dari tulisan ini. Banyak orang masih saja membuang sampah tidak pada tempatnya, membuang sampah ke sungai, habis buang air langsung keluar tanpa memperhatikan kran atau membiarkan lampu menyala, bahkan ada juga yang sengaja tidak menyiram kotoran yang baru saja dia investasikan.Ngeri..!

Lewat tulisan sederhana ini saya hanya ingin mengajak Anda agar tidak sewenang-wenang dalam menggunakan fasilitas WC umum. Jangan berlagak sok-sokan gara-gara sudah membayar Rp.1000-2000. Bayangkan kalau wc di rumahmu dijadikan seperti hal serupa oleh para tamu kalian. Kencing atau berak tidak disiram. Ada juga yang menjejalkan pembalut di lubang WC rumahmu. Bisa saja kamu mendadak terkena serangan darah tinggi atau depresi, bukan? Kalau tidak percaya, sini saya buktikan! Hehehe

Nah, mari kita tanamkan kesadaran dari hati sendiri (inisiatif), menghargai para pengelola yang telah memasang himbauan tadi.Tapi, sudahlah, saya tahu kok tulisan ini cuma sia-sia saja. Anda tidak akan menggubrisnya.

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

Artikel Berkaitan

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin