Sebelum Mendaftar Jadi Bakal Calon Bupati, Andin Ziarahi Makam Orangtua

  • Whatsapp
Andin Sofyanoor ziarahi makam orangtuanya.
Andin Sofyanoor ziarahi makam orangtuanya.

Tandapetik.com – Bhakti kepada orangtua adalah sebuah kewajiban yang tak bisa ditawar-tawar bagi DR. Andin Sofyanoor, SH.MH. Walaupun tak mampu mengingat raut wajah ayah kandungnya, karena ditinggal wafat sejak usia 3 tahun, namun tidak berarti membuat Andin Sofyanoor harus menomorsatukan yang lain. Tepat satu hari sebelum melamar ke DPC Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai bakal calon Bupati Banjar 2020-2025, Andin melakukan ziarah ke makam ayahnya H. Hamberan di Kelurahan Kelayan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kamis (19/09/2019) sore.

“Ulun harus ziarah ke makam abah dulu ya bang. Karena alkah keluarga abah berada di Kelayan ini, jadi sewaktu beliau meninggal dunia setelah dirawat di RS Islam Banjarmasin tahun 1979 silam, langsung dimakamkan di sini,” demikian diungkapkan Andin saat menuju makam orangtuanya kepada tandapetik.com.

Muat Lebih

Usai memanjatkan doa di pusara ayah kandungnya, Andin menceritakan, beberapa makam yang berada di sekitar makam orangtuanya itu. Ada makam saudara kandung dan adapula makam keluarganya yang lain. Di atas pusara ayahnya itu tercantum tahun wafatnya, dari situ Andin kembali memastikan bahwa dirinya memang ditinggal menjadi anak yatim sejak usia tiga tahun. “Nah itu bang…., abah meninggal tahun 1979, sedangkan ulun lahir tahun 1976. Jadi ulun ditinggal abah meninggal dunia, memang persis di usia tiga tahun,” ucapnya.

Sementara itu, di masa remaja , Andin sempat menumpang tempat tinggal di kediaman adik kandung ayahnya di Kelayan. Semasa tinggal di sana, Andin juga bekerja sebagai montir bengkel bersama kakaknya. “Bahari (dulu), di sini ulun juga pernah membengkel dan menjadi tukang ojek. Jadi, kalau ditanya-tanya soal jalan di Kota Banjarmasin ini, ulun sudah hapal. Karena dulunya ulun tukang ojek,” kenangnya.

Bhakti Andin tak hanya berlaku terhadap kedua orangtuanya, tetapi juga kepada saudara ayah kandungnya maupun istri dari pamannya. Bahkan dia menempatkan saudara ayah kandung atau paman dan istrinya, sebagaimana ayah dan ibunya sendiri. Tak heran, manakala mengunjungi tempat tinggal saudara ayah kandungnya yang tidak jauh dari alkah, Andin juga memanggil sebutan saudara ayah kandung atau paman dan istrinya tersebut dengan sebutan Abah dan Mama. “Ini mama ulun dan laki (suami) sidin juga abah ulun. Laki sidin ini adalah adik kandung almarhum abah,” ucapnya dengan santun.(*)

 

 

 

Pos terkait