Saya Kecewa Jika Andin Sofyanoor Mencalonkan Diri Jadi Bupati Banjar

  • Whatsapp
Andin Sofyanoor
Andin Sofyanoor

Tandapetik.comAndin Sofyanoor Calon Bupati Kabupaten Banjar? Dari sekian banyak orang yang mendorong agar Andin Sofyanoor mencalonkan diri sebagai Bupati Banjar, saya ingin Andin mengetahui betapa kecewanya saya jika itu terjadi. Kekecewaan ini termasuk jenis kecewa yang tak terucapkan.

Saya mengenal Andin bukan sekadar nama.  Kami sering bertemu dan sialnya tak ada keberanian mengutarakannya langsung. Meskipun saya tahu, Andin akan mendengarkan semua alasannya dengan bijak. Tapi tetap saja saya bungkam.

Muat Lebih

Menjadi Bupati sebenarnya bukan level Andin. Dia mampu lebih dari itu. Gubernur, misalnya. Itu jauh lebih baik., meski level sebenarnya adalah menjadi seorang menteri.

Pembaca mungkin tak sependapat, atau diam-diam ada yang bersepakat. Itu hak masing-masing. Dan, sedikit pun saya tidak ingin berusaha membalik keadaan, agar kita satu pendapat. Paling tidak, siapa pun Anda, bisa mengetahui alasan kekecewaan saya melalui tulisan ini.

Secara keilmuan, pengetahuan Andin terhadap Kalimantan Selatan cukup mumpuni. Saya tahu itu karena diam-diam sempat mengintip disertasi gelar doktornya. Segala yang tertuang dalam disertasinya adalah permasalahan-permasalahan pokok yang ada di Kalimantan Selatan.

Contohnya mengenai pertambangan. Jika boleh diilustrasikan, Kalimantan Selatan dikepung oleh area pertambangan batubara. Berbagai permasalahan banyak timbul dari praktik tersebut.

Coba pikirkan, banyak praktik pertambangan batubara, tapi angka kemiskinan dan pengangguran di Kalsel grafiknya selalu meningkat. Sekali lagi coba pikirkan, apa yang sebenarnya terjadi di daerah kita ini? What’s wrong? Listrik saja masih byar pet.

Andin memiliki jawaban itu. Jawaban yang sangat komprehensif. Saya berharap disertasi Andin diseminarkan, minimal didiskusikan untuk pembelajaran agar Kalimantan Selatan bisa unggul dalam kesejahteraan masyarakatnya.

Mungkin Anda mempertanyakan atas dasar apa saya berani mengatakan tingkat kemiskinan dan pengangguran di Kalsel meningkat? Sumbernya banyak, kok. Bahkan sudah menjadi pemberitaan di media-media besar. Sumbernya valid. Cari saja di google.

Itulah alasan mendasar kekecewaan saya jika Andin memutuskan maju di Pilkada Kabupaten Banjar 2020 mendatang. Kenapa tidak gubernur saja? Berikan kesempatan kepada yang muda dan berwawasan luas seperti Andin.

Sampai di sini saya yakin ada yang senyum dipojokan. Mungkin sesekali mengumpat.

“Mau pintar kek gimanapun tetap aja kalah sama yang berduit. Zaman sekarang, duit yang berbicara.”

Ada tidak yang berpikir demikian? Saya yakin pasti banyak. Faktanya selama ini memang begitu, bukan? Sebuah topeng demokrasi untuk mendapatkan kekuasaan. Dampaknya pun bisa ditebak. Jika Anda merasa hidup semakin sulit, tidak sejahtera, pekerjaan sulit didapat, itulah hal-hal terdekat yang kita rasakan sebagai orang kecil yang kemungkinan salah memilih pemimpin.

Akhirnya, kembali kepada Andin? Kenapa tidak gubernur saja! Jika dukungan kepada Andin terus menguat untuk menjadi Bupati Kabupaten Banjar, saya bisa apa? Kecuali hanya kecewa. Sementara itu, beruntunglah Kabupaten Banjar.

 

 

 

Pos terkait