Otomotif

Rush 2011, Berotot Tapi Selow

Saya berkesempatan lagi mencicipi produk Toyota yang bermain pada market SUV kelas bawah. Yap, adalah Toyota Rush G/MT 2011 Silver.

TandaPetik.Com – Sebenarnya ini bukan review, hanya menceritakan pengalaman saja. Beruntungnya saya memunyai waktu cukup panjang. Menempuh Banjarbaru – Amuntai berjarak tempuh 164,3 Km. Atau sekitar 4 jam 32 menit hitung waktu perjalanan tanpa singgah.

Saya bisa katakan desain eksterior Rush tahun lalu cukup sporty dan garang. Terkesan lebih gagah kalau anda membandingkannya dengan kelas MPV, atau All New Rush/Terios yang baru rilis tahun ini. Meski di segmen yang sama, Suzuki Vitara jelas lebih militan. Tapi, Rush, tampak keukeuh mengandalkan lekuk body yang membuatnya seperti terlindungi dari serbuan peluru. “Tahan gantal tahan timpas, tapi kada laju bukah.”

Untuk pabrikan di atas tahun 2010, Rush sudah membenamkan lampu LED di depan. Tapi lampu LED belakang yang berbentuk huruf D berpasangan itu baru disematkan di pertengahan 2013.

Pertama menyalakan Rush ini, perasaan saya langsung was-was, apakah body sebongsor ini akan limbung. Kita akan ketahui nanti ketika perjalanan saya ada pada Jalur Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Semua pasti sudah tau bagaimana seluk lekuk eksteriornya. Maka saya langsung menuju kabin. Kesan pertama, singset. Maksudnya, jahitan dasbor sampai pada bagian tombol AC dan audio double din cukup rapih. Electric Power Steering dengan switch control. Sudah tilt, tapi belum telesopic. Ruang gerak seperti headrom 11:12 dibandingkan Avanza. Saya membandingkannya karena Avanza masih idola sejuta umat yang semua sudah pada tau bagaimana dalemannya.

Bagasi masih bisa dikatakan luas di kelasnya. Sebagai Mini SUV atau SUV kelas pemula, Rush tidak bisa disandingkan dengan CRV-Honda. Ketika mulai jalan, saya langsung merasakan kopling yang keras. Mungkin ini ciri khas mobil-mobil SUV. Tapi gak semua. Kopling keras bisa menjadi kendala bagi mereka yang kakinya tak kuat menahan pedal. Lamah lintuhut.

Rush mampu menghasilkan tenaga hingga 108 hp pada 6000 rpm. Secara mesin memang sama dengan Avanza/Xenia 1.5. Tapi soal tarikan saya merasa kalah gesit dengan Avanza. Apa ini karena body dan pemakaian velg lebar Ring 18 magnesium alloy dengan baut 5 layaknya Innova?

Yang paling terasa di sepanjang jalan saya mengemudikannya adalah kekedapan kabin yang perfecto. Saya bisa jamin suara-suara dari luar menang tak masuk ke dalam kabin. Tapi, ya lagi-lagi gemuruh suara mesin yang tak tertahankan bikin suasana bising. Kelimbungan? Saya kira masih bisa ditoleransi untuk speed di bawah 100 KM/jam. Agak limbung sedikit sih, tapi gak bikin mual, gitu.

Fungsi Double blower, dual airbag SRS, dan sepasang rem ABS dijadikan sebagai standar untuk kedua trim yang menurut saya nilai plus.

Beda tipis dengan Avanza, bermesin VVTi guna penghematan bahan bakar. Tenaga yang dapat diproduksi berupa 109 HP pada putaran mesin 5.500 RPM dengan torsi sebesar 145 Nm pada 4.000 RPM yang disalurkan ke roda belakang. Yap, betul guys, masih setia dengan penggerak roda belakang.

Ringkasnya, Toyota Rush 2011 masih enak, bagian terpenting yang mesti diperhatikan adalah suspensi. Sebab, ground clearance yang tinggi bisa membuat supir khilaf, tak peduli jalan berlubang terobos terus. Memang secara fungsi, All New Rush/Terios masih juara. Tapi soal kegagahan dan tampilan body, Rush/Terios old masih menjadi idaman. Sebagian penjual tidak memungkiri harganya kian turun. Harga jual kembali lebih tepatnya. Mungkin untuk harga bekasnya berputar di sekitar 110 jutaan. Bahkan di salah satu situs jual beli sudah ada yang rela melepasnya sekitar 95 jutaan untuk pabrikan 2009-2011.

Entah mengapa banyak yang tidak terlalu suka seri terbarunya. Karena lebih mirip MPV yang bisa disandingkan dengan XPander dan Avanza tentu saja. Bagaimana dengan anda?

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

Ananda Perdana Anwar

Lahir di Pelaihari, tinggal di Banjarbaru, suka jadi driver online, tapi lebih senang nulis curhatan penumpang. Nyambi jadi wartawan, dan alhamdulillah masih beriman.

2 Comments

  1. “Menempuh Banjarbaru – Amuntai berjarak tempuh 164,3 Km. Atau sekitar 4 jam 32 menit hitung waktu perjalanan tanpa singgah.”
    Itu macet apa slow motion bawa mobilnya?

    “langsung merasakan kopling yang keras. Mungkin ini ciri khas mobil-mobil SUV.Tapi gak semua. Kopling keras bisa menjadi kendala bagi mereka yang kakinya tak kuat menahan pedal. Lamah lintuhut.”
    As far as I know kopling bisa d setel keras lembeknya, dan lagi biasanya yang terbiasa makai kopling ‘lembut’ belajarnya pasti pakai mobil baru. Mohon koreksi kesalahan

    “Saya kira masih bisa ditoleransi untuk speed di bawah 100 KM/jam. Agak limbung sedikit sih, tapi gak bikin mual, gitu.”
    Rush paling sip di isi 5-6 orang, menapak sempurna pada aspal, speed tidak terganggu, dibawa smp 120 km/jam pun masih nyaman, hanya tarikan awal yang agak perlu sedikit teknik buat mengasapi avanza-xenia… Rush baru terasa limbungnya kalau ditikungkan di jalan gubernuran sampai ban nya berdecit. pernah coba? atau tertarik mencoba?

    1. Slow motion banget kak. Soalnya bawa ibu menyusui di baris kedua. Bapak muda dengan anaknya yang super duper gasing di depan. Jadi tau diri. Kalau soal keras lembeknya kopling mungkin yang empu mobil memang mesettingnya demikian, karena umur beliau kurang lebih 52 an. Tergantung selera sih. Kayanya dia senang setelan begitu.

      Sudah mencoba, tikungan berdecit ban di gubernuran, belikan masjid al munawarah, dan aspal baru menuju danau caramin. Yang terakhir pas ditikungan perbatasan mataraman ke sungkai yang ada jembatannya. Memang limbung karena tidak diisi 5-6 orang. kembali di keterangan pertama, hanya 2 orang dewasa. Sisanya anak-anak, lebih tepatnya balita. Sedangkan bagasi atau kursi baris tiga yang dilipat itu di sisi snak ala-ala lays dan pakaian atau cucian dalam satu ransel, demikian bapak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin