Traveling

Pengalaman Bersantap Durian Mandiangin di Kebunnya Langsung

TandaPetik.Com – Salah satu tempat yang menarik dan berkesan di Kalimantan Selatan adalah Mandiangin, Kabupaten Banjar. Bagi saya, tempat itu memiliki banyak potensi pariwisata. Ketika saya masih SMP, ada jeda di mana hampir setiap hari sabtu – pulang sekolah – saya berkunjung ke Mandiangin menggunakan sepeda BMX.

Meski jarak Mandiangin dari Kota Banjarbaru lumayan jauh, itu tak mengurangi hasrat ke sana. Tujuannya adalah pemandian air terjun Mandiangin yang lokasinya terletak di area Taman Hutan Rakyat (Tahura). Setelah puas, saya pun berjibaku di antara pohon karet untuk membawa pulang biji pedak untuk di adu kekuatan bersama kawan-kawan lain.

Itu dulu, sebuah kesenangan masa kecil bahagia. Dan kali ini, saya akan bercerita tentang buah durian, salah satu kekayaan alam yang ada di Mandiangin. Percayalah, tempat ini memiliki banyak kekayaan, seperti ketika booming batu akik, orang-orang juga mengunjungi tempat ini untuk berburu batu Red Borneo. Masih banyak lainnya, seperti pendulangan intan yang dilakukan dengan menyelam di bawah air, kekayaan batu gunung untuk memenuhi kebutuhan orang-orang membangun gedung, serta tambak ikan.

Jika kamu ke Mandiangin, ungkapan yang sering saya katakan kepada teman-teman adalah; kamu sedang pergi ke puncak. Secara geografis, Mandiangin memang area pegunungan. Kalau tidak percaya, coba saja ke sana, selama perjalanan, kamu akan disuguhi pemandangan puncak pegunungan nan eksotis.

Bersantap Durian Mandiangin di Kebunnya Langsung

Seperti yang tadi saya katakan, durian adalah satu kekayaan yang dimiliki Mandiangin. Di sana banyak sekali pohon durian. Jika musim buah durian tiba, di sepanjang jalan akan kamu temui para pedagang buah durian menjajakannya di tepian jalan.

Bagi kamu yang beruntung, punya relasi mengakses kebunnya langsung, maka ada dua keuntungan yang bisa kamu dapat. Pertama, bersantap durian langsung di kebunnya. Kedua, harga durian murah.

Pengalaman bersantap durian Mandiangin di kebunnya langsung memiliki daya tarik tersendiri. Kamu bisa makan durian sepuasnya sambil memandangi ratusan durian yang masih menggantung di atas pohon.

Harga durian Mandiangin yang saya dapatkan langsung di kebun jauh lebih murah dibandingkan membeli di pinggir jalan. Dengan uang Rp.300.000, saya mendapat 15 durian. Tidak ada yang busuk. Semuanya manis, bahkan beraneka ragam jenis durian yang saya dapatkan.

Jika kamu membaca tulisan ini, harga yang saya sebutkan jangan dijadikan patokan. Satu hal yang perlu kamu ingat, harga tergantung relasi. Meski demikian, misalkan kamu hanya diberi 10 biji pun, itu sudah murah kok. Boleh disantap di sana, atau dibawa pulang.

Kebun Durian Warisan Turun Temurun

Tak lengkap rasanya jika datang ke kebun durian tanpa mendapatkan cerita lebih. Seperti, sejak kapan berkebun, apakah pemiliknya hanya mengandalkan hidup dari kebun durian miliknya, dan lain-lain. Dari cerita si pemilik kebun durian, memang sebagian kebun miliknya adalah warisan turun temurun. Selebihnya, mereka kemudian membeli lahan baru dan ditanami durian dengan metode tanam biji.

Perlu waktu selama 25 tahun untuk bisa menikmati kebun durian yang mereka tanam. Namun, berdasarkan pengakuan si pemilik kebun (maaf, saya lupa menanyakan namanya), semua uang yang sudah dikeluarkan, mulai membeli lahan, perawatan dan lain-lain sudah terganti sejak lama lewat penjualan buah durian. Saat ini, ia hanya menikmati hasilnya setiap tahun sekali.

Jika musim durian belum tiba, ia mengaku bekerja menawarkan jasa angkut bermodalkan mobil pick up yang dimilikinya.

“Ini kebetulan musim durian, jadi setiap hari saya hanya sibuk di kebun,” ujarnya.

Meski hanya menunggu di kebun, saat musim durian tiba, orang-orang sering mendatangi dirinya untuk memborong durian untuk dijual kembali.

“Bagi-bagi rejeki. Sengaja harganya lebih murah agar mereka bisa mendapatkan keuntungan saat menjualnya lagi,” sambungnya.

Ya, meski dijual harga murah, ia mengaku dalam sehari – saat musim durian – bisa menghasilkan uang kisaran 1 juta – 2 juta rupiah, bahkan lebih. “Tergantung buahnya,” ujarnya lagi.

Jadi, cara memanen buah durian sengaja tidak ia petik langsung dari pohon, tapi menunggu buahnya jatuh. Itu untuk memastikan durian yang ia jual benar-benar masak dan manis rasanya. Dengan kata lain, berapa rupiah yang ia hasilkan dari durian dalam setiap harinya, tergantung berapa banyak durian yang jatuh dari pohon.

Itu menjadi alasan kenapa harus membuat janji terlebih dahulu jika ingin membeli durian kepada dirinya untuk memastikan ready for sale.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin