Pantaskah Andin Sofyanoor Menjadi Bupati Banjar?

  • Whatsapp
Andin Sofyanoor (tengah) saat bersama tokoh ulama Martapura. (foto:tandapetik.com)
Andin Sofyanoor (tengah) saat bersama tokoh ulama Martapura. (foto:tandapetik.com)

Tandapetik.com – Menjelang Pemilihan Bupati Banjar pada tahun 2020 mendang, kini sudah mulai bermunculan tokoh-tokoh politik yang menyatakan siap untuk meramaikan pilkada tersebut.

Salah seorang di antaranya adalah politisi muda yang baru saja menyandang gelar doktor di bidang ilmu hukum tata negara, Dr.Andin Sofyanoor,SH,MH.

Muat Lebih

Lalu sesungguhnya pantaskah politisi muda asal Kelurahan Murung Keraton, Kota Martapura ini menjadi Bupati Banjar di masa mendatang?

Berikut fakta-fakta yang menggambarkan profile sosok Andin Sofyanoor.

Dr. Andin Sofyanoor, SH,MH berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Sejak kecil hingga dewasa, dia sudah terdidik hidup mandiri dengan segala keterbatasan. Untuk bisa menyelesaikan sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), dia harus banting tulang sendiri membantu kedua orangtuanya yang kesehariannya berjualan nasi di Pasar Belauran Martapura, untuk membiayai sekolah.

Usai menyelesaikan studi di bangku SMA, Andin terjun ke dunia politik, kemudian dengan hasil pendapatan anggota DPRD Banjar, dia telah menyelesaikan studi S1 hingga S3.

Kiprah di dunia politik, Andin mampu mempertahankan elektabilitas dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap dirinya, hingga menjabat sebagai anggota DPRD Banjar selama 3 periode atau 15 tahun.

Seiring waktu, dia menyelesaikan masa jabatan sebagai anggota DPRD Banjar bersamaan dengan menyelesaikan studi S3 dengan hasil yang memuaskan atau cumlaude.

Selama menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Banjar, dia juga menyempatkan diri untuk menyelesaikan studi. Tidak hanya itu, dalam masa itu, ternyata Andin juga membangun bisnis profesional serta mendirikan sebuah jasa konsultan hukum, sesuai dengan bidang ilmu yang diperolehnya.

Kemampuan intelektual memperdalam ilmu hukum ketatanegaraan yang dimilikinya pun semakin terasah, selain memahami secara teoritis juga praktik secara langsung melalui profesi sebagai konsultan.

Hal itu semakin dipertajam melalui riset-riset yang dilakukan di beberapa negara yang mirip dengan kultur masyarakat Kabupaten Banjar.

Berbagai konsep dan ide untuk menerapkan hasil studi maupun riset itu juga semakin memperkuat alasannya untuk membangun kampung halamannya, yakni Kabupaten Banjar.

Antara lain, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Banjar yang dipastikan berdampak terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banjar, memperkecil angka kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan serta meningkatkan kesehatan masyarakat.

Selain itu mempercepat kemajuan pembangunan infratsruktur, menggerakkan dunia usaha global, menjadikan Kabupaten Banjar sebagai daerah yang sangat pantas untuk berinvestasi, baik di bidang pertanian, perkebunan, industri dan pariwisata, terutama mengembangkan usaha kecil menengah (UKM).(ams)

Pos terkait