Nilai Ekspor Indonesia Anjlok 13,40 Persen

  • Whatsapp

Berdasarkan provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Mei 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 10,48 miliar (16,26 persen).

JAKARTA, tandapetik.com – Nilai ekspor Indonesia Mei 2020 mencapai US$ 10,53 miliar atau menurun 13,40 persen dibanding ekspor April 2020. Demikian juga dibanding Mei 2019 menurun 28,95 persen.

Ekspor nonmigas Mei 2020 mencapai US$ 9,88 miliar, turun 14,81 persen dibanding April 2020. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Mei 2019, turun 27,81 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2020 mencapai US$ 64,46 miliar atau menurun 5,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$ 60,97 miliar atau menurun 3,50 persen.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas Mei 2020 terhadap April 2020 terjadi pada logam mulia, perhiasan/permata sebesar US$ 382,5 juta (40,90 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$ 130,6 juta (18,11 persen).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Mei 2020 turun 0,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 21,02 persen, sementara ekspor hasil pertanian naik 5,63 persen.

Ekspor nonmigas Mei 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$ 2,21 miliar, disusul ekspor ke Amerika Serikat sebesar US$ 1,09 miliar dan ke Jepang sebesar US$ 0,83 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,82 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$ 0,89 miliar.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Mei 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 10,48 miliar (16,26 persen), diikuti Jawa Timur dengan nilai US$ 7,97 miliar (12,36 persen) dan Kalimantan Timur dengan nilai US$ 5,95 miliar (9,22 persen). (ari)

Pos terkait