Najwa Shihab Jelaskan Literasi Digital Saat Mengisi Talkshow Di Dispersip Kalsel

  • Whatsapp
Talkshow Bersama Najwa Shihab, Bangkitkan Gerakan Literasi Digital
Najwa Shihab saat mengisi talkshow literasi digital bersama dengan H Rudy Resnawan, Sri Sumekar, Hj. Nurliani, Isma Jauharianti Abdul Haris, dan Randu Alamsyah. (foto: Harie Insani Putra/tandapetik.com)

BANJARMASIN, tandapetik.com – Najwa Shihab, Duta Baca Nasional Republik Indonesia, untuk kesekian kalinya datang ke Banjarmasin dalam rangka menjadi pembicara pada talkshow dengan tema literasi digital di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kalsel, Kamis (5/12/2019).

Dibuka oleh Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan, perempuan yang akrab disapa Nana ini mengisi talkshow bersama Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional, Sri Sumekar, Kepala Dispersip Kalsel, Hj Nurliani, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalsel, Isma Jauharianti Abdul Haris, dan Randu Alamsyah yang bertindak sebagai pembawa acara dalam talkshow tersebut.

Menurut presenter yang dikenal lewat talkshow Mata Najwa-nya ini, diperlukan literasi digital untuk memasuki era di mana teknologi sudah merambah ke hampir semua aspek kehidupan dan merubah cara peradaban mengonsumsi informasi yang mulai beralih didominasi sumber digital.

“Teknologi itu bisa jadi pedang bermata dua, jadi tergantung penggunanya. Bukan cuma teknologinya, tapi bagaimana kita memanfaatkan teknologi itu,” kata Nana saat menjelaskan pentingnya teknologi bagi seseorang dan bagaimana resikonya jika tidak dibarengi dengan kemampuan memilah serta mengolah informasi yang diperoleh.

Namun, sambung Nana, menyiapkan generasi digital yang benar-benar siap tentu bukan tanggung jawab pemerintah semata, bukan juga tugas perpustakaan atau guru-guru sekolah saja, akan tetap juga menjadi tanggung jawab bagi kita semua utamanya para orang tua yang harus dan bahkan wajib mengawasi dan mengedukasi anak-anaknya dalam menggunakan media sebagai kebutuhan sehari-hari.

“Selain itu,” ucapnya Najwa Shihab lagi, “untuk mengimbangi besarnya arus informasi digital yang ada, penting juga untuk memperbesar ketersediaan konten digital yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat yang kini banyak tak bisa lepas dari dunia digital.”

Lebih jauh, Nana juga mengapresiasi mutu literasi di Kalimantan Selatan yang terus membaik dari tahun ke tahun. Menurutnya, perbaikan kualitas ini bisa dilihat dari alokasi anggaran dana dari Pemprov Kalsel untuk pengembangan perpustakaan daerah yang cenderung memiliki porsi besar.

“Kalimantan Selatan keberpihakannya jelas, karena alokasi anggaran untuk perpustakaan daerahnya lumayan besar, ya, 38 miliar. Bahkan, ini lebih besar daripada anggaran untuk bidang perindustrian di Kalsel,” lanjutnya.

Kendati demikian, ia tetap berpesan ketersediaan ruang perpustakaan yang representatif ini bisa sama-sama didukung lewat kegiatan lainnya yang masih berhubungan dengan pengembangan literasi masyarakat.

“Penting untuk punya wifi yang kencang, tempat yang nyaman, tetapi sekali lagi, ini hanya akan jadi ruang dan tidak akan bermakna kalau tidak diisi dengan kegiatan. Tempat ini harus menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, dan mengajak orang berimajinasi,” tandas Najwa Shihab. (ras)

Pos terkait