Mengenal Andin Sofyanoor

  • Whatsapp
Andin Sofyanoor Bakal Calon Bupati Kabupaten Banjar

Tandapetik.com – Nama DR. Andin Sofyanoor, SH, MH belakangan populer dibicarakan banyak orang. Khususnya terkait bakal calon bupati Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Faktanya, nama Andin Sofyanoor juga menyita perhatian banyak pihak. Terbukti saya mendapat pesan Whatsapp dari kawan di Yogyakarta dan Jakarta.

Rupanya mereka memantau aktifitas akun Facebook saya ketika membagikan artikel Saya Kecewa Jika Andin Sofyanoor Mencalonkan Diri Jadi Bupati Banjar. Tulisan tersebut ternyata mengundang mereka untuk bertanya, siapa Andin Sofyanoor itu, Bro?

Muat Lebih

Andin Sofyanoor Orang Martapura

Andin Sofyanoor lahir di Martapura, tepatnya di Kelurahan Murung Keraton pada 10 Mei 1976. Masa kecil hingga sekarang banyak ia habiskan di Martapura. Jika mendengar kisah getir yang dilaluinya, boleh dibilang saat ini Andin Sofyanoor adalah anak muda Martapura yang sukses dan menginspirasi.

Andin Sofyanoor dibesarkan di lingkungan keluarga yang pas-pasan. Sejak kecil ia sudah berjibaku dengan kehidupan yang rumit. Mulai jualan pisang goreng, jualan buku keliling menggunakan gerobak, juga pernah menjadi penjaga malam di pertokoan.

Pengalaman empirik itu mengajarkan kepada Andin Sofyanoor tentang arti kemiskinan, kerja keras, atau pahitnya kehidupan.

Bercita-cita menjadi Dosen

Seperti anak-anak kebanyakan, Andin Sofyanoor juga memiliki cita-cita. Secara riil, salah satu cita-citanya adalah menjadi seorang dosen.

Semakin tinggi cita-cita, tantangannya pun semakin berat. Andin Sofyanoor bukan sosok anak Martapura yang lemah. Ia justru tertantang memastikan semua cita-citanya aman untuk digapai. Baginya, meraih pendidikan setinggi-tingginya adalah keharusan, menjadi orang terpelajar adalah keniscayaan. Ia bukan tipikal lelaki yang menjadikan cita-cita sekadar angan belaka.

Faktanya tidak semudah itu. Selain kondisi keluarga yang tidak memungkinkan, pergaulan sehari-hari kerap meracuni pikirannya. Di usia yang labil, sekali waktu Andin Sofyanoor berpikir jika sudah bisa menghasilkan uang sendiri, maka untuk apa melanjutkan sekolah? Banyak orang berpikiran demikian.

Dari sekian banyak rintangan yang berhasil ia lalu, akhirnya pada bulan Agustus 2019 lalu, Andin Sofyanoor resmi menjadi dosen di Universitas Achmad Yani (UVAYA).

Cara Andin Sofyanoor Membahagiakan Orangtua

Jika saat ini banyak anak muda berhasil duduk sebagai anggota DPR atau DPRD, Andin Sofyanoor sebenarnya sudah lebih dulu membuktikannya. Justru saat itu ketika anak muda masih dianggap mentah, tidak layak, belum mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat, Andin Sofyanoor berlaga dengan kepercayaan diri yang tinggi.

Tahun 2004 lalu, di usia 26 tahun, Andin Sofyanoor berhasil mematahkan argumen di atas. Ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Banjar melalui partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).

Menjadi anggota DPRD Kabupaten Banjar bisa dibilang godaan berikutnya bagi Andin Sofyanoor. Bukankah untuk mendapatkan uang ia tidak perlu lagi berjualan pisang goreng? Bukankah dengan menjadi anggota dewan sudah bisa membahagiakan orangtuanya? Itu jika kita melihatnya dari sudut pandang finansial.

Andin Sofyanoor berprinsip jika ingin membahagiakan orangtua, maka adalah dengan cara memenuhi apa yang diinginkan orangtuanya. Ternyata, orangtua Andin Sofyanoor selalu berharap agar ia meraih pendidikan setinggi-tingginya.

Sampai di sini Andin Sofyanoor seakan-akan telah mengunci tujuan hidupnya. Berbagai godaan materi/finansial tidak akan mengubah pendirian untuk melanjutkan kuliah. Setelah berhasil meraih gelar strata 1 nya di Unlam, Andin melanjutkan pendidikan dan meraih gelar S2 di Universitas Trisaksi. Terakhir, Andin Sofyanoor berhasil meraih gelar Doktornya di Universitas Padjajaran.

Antara Anggota DPRD, Kuliah dan Bisnis

Dalam menyelesaikan pendidikannya hingga meraih gelar doktor, saat itu Andin juga harus membagi waktunya dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kabupaten Banjar selaku anggota DPRD terpilih selama 3 periode. Yakni, Anggota DPRD Kabupaten Banjar 2004 – 2009, anggota DPRD Kabupaten Banjar 2009 – 2014, dan anggota DPRD Kabupaten Banjar 2014 – 2019.

Dari gambaran di atas, jika Andin Sofyanoor bukan sosok anak muda Martapura yang memiliki mentalitas kuat, berdedikasi tinggi, maka semua hal di atas sangat sulit dilakukan.

Di satu sisi dia harus profesional sebagai anggota DPRD Kabupaten Banjar, di sisi lain dia harus serius menjalani hari-harinya sebagai seorang mahasiswa, di sisi lain, Andin Sofyanoor juga sedang merintis usaha.

Pos terkait