Masyarakat Butuh Tindakan Konkrit Terhadap Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

  • Whatsapp
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Haji Pangeran Khairul Saleh.

Masyarakat membutuhkan tindakan konkrit dari Timsus dan Satgas penuntasan pelanggaran HAM berat di Indonesia, karena menurut Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Haji Pangeran Khairul Saleh, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat tidak bisa dibiarkan dan ditunda terus.

JAKARTA, tandapetik.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Haji Pangeran Khairul Saleh menyatakan, penyelesaian maupun penuntasan pelanggaran HAM berat harus mengalami kemajuan dan kejelasan, supaya memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarga, serta tidak dianggap stagnan atau jalan di tempat.

Muat Lebih

Karena penyelesaian HAM berat memerlukan kemauan politik yang kuat serta komitmen dan langkah-langkah konkrit untuk menyelesaikan kasus-kasus tersebut, kata Pangeran Haji Khairul Saleh kepada koranbanjar.net, Sabtu, (26/3/2021).

“Kami menilai, Timsus atau Satgas Penuntasan Pelanggaran HAM berat yang dibentuk Kejagung sebagai tindaklanjut arahan Presiden pada hari peringatan  HAM sedunia tahun 2020, merupakan langkah positif dan dapat dijadikan  momentum penyelesaian pelanggaran HAM berat di masa lalu,” tegas dia.

Karena, ungkap Politisi Partai Amanat Nasional ini, masyarakat mengharapkan adanya langkah-langkah konkrit dan kemajuan yang signifikan dalam penanganan kasus-kasus HAM berat.

“Kami berharap adanya akselerasi dari penyelesaian kasus-kasus tersebut dan meningkatkan kerjasama dengan Komnas HAM serta pihak-pihak lain dalam rangka upaya mencukupi alat bukti, sehingga penyelesaian kasus dapat tertangani dengan tuntas serta dapat diterima berbagai pihak,” jelasnya.

Khairul Saleh juga berharap, Timsus dan Satgas bisa bekerja dengan profesional , penuh keberanian dan kejujuran, sehingga ada kemajuan yang berarti,  memulihkan kepercayaan publik (Public Trust) kepada institusi kejaksaan. Dengan demikian kejaksaan dapat dijadikan role model penegakan hukum yang berintegritas dan akuntabel.

“Meskipun kita menyadari, pekerjaan ini memerlukan pemikiran, sinergisitas dengan berbagai pihak dalam rangka mencari alat bukti. Kami dan masyarakat menunggu hasil kerja keras Satgas, semoga mendapat dukungan dari semua pihak agar Satgas bisa bekerja lebih cepat dan efektif,” tutupnya.(dsm)