Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Ditutup, Karaoke Tetap Jalan

  • Whatsapp
Lokalisasi Sunan Kuning Semarang
FOTO: Lokalisasi Sunan Kuning (Argorejo) Semarang Ditutup

SEMARANG, tandapetik.com – Sejumlah 448 wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) Sunan Kuning Semarang dipulangkan ke daerah mereka masing-masing.

Pemulangan para PSK Sunang Kuning tersebut dilaksanakan Pemkot Semarang dengan memberi mereka uang saku Rp 5 juta sebagai tali asih.

Sebelumnya Pemkot Semarang melalu Dinas Sosial juga telah memberi pembekalan keterampilan dengan harapan para PSK Sunan Kuning bisa bekerja dan tidak menjalani profesi sebagai PSK kembali.

Setelah lokalisasi Sunan Kuning Semarang atau juga sering disebut Argorejo, resmi ditutup, kawasan tersebut masih menyisakan sedikitnya 177 rumah karaoke. Tempat karaoke di Sunan Kuning masih diijinkan pemerintah setempat untuk beroperasi dengan catatan tidak melakukan kegiatan prostitusi terselubung.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menutup lokalisasi tersebut mengajak para PSK untuk menjalani kehidupan lebih baik.

“Ketika ada edaran Kementerian Sosial kalau 2019 prostitusi hilang, ini saatnya kita insaf, kembali ke kehidupan lebih baik,” kata Hendrar seperti dikutip Antara, Jumat (18/10/2019).

Ia juga meminta 448 warga binaan yang terdiri dari wanita pekerja seks ini pulang ke daerah asalnya masing-masing, menemui orangtua masing-masing dan meminta maaf.

“Saya doakan saudara sekalian mendapat pekerjaan yang lebih baik dan menghasilkan rezeki dan kesuksesan,” katanya.

Penutupan ditandai dengan pembacaan ikrar oleh beberapa perwakilan warga binaan yang dipimpin oleh Ketua Pengelola Resos Argorejo Suwandi.

Menandai resminya penutupan kompleks lokalisasi, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membuka tirai papan pengumuman bertuliskan “Wilayah Argorejo (SK) Kawasan Bebas Prostitusi”

Menurut Wali Kota, kawasan Argorejo ini akan dijadikan sebagai kampung tematik.

“Akan difokuskan untuk optimalisasi wisata religi Sunan Kuning,” katanya.

Pos terkait