Kontroversi Film The Santri, Reaksi Netizen dan Fakta Lainnya

  • Whatsapp
Kontroversi Film The Santri
Tangkapan layar Film The Santri di NU Channel. (NU Channel)

Tandapetik.comFilm The Santri disutradarai Livi Zheng, atas kerjasama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Rencananya, Film The Santri baru akan diluncurkan Oktober mendatang, bertepatan Hari Santri Nasional (22 Oktober). Apa yang lantas membuat Film The Santri menghebohkan jagat maya?

Dari hasil baca sana-sini, khususnya mengikuti perbincangan yang terjadi di media sosial twitter, penolakan Film The Santri akibat film tersebut tidak mencerminkan kehidupan para santri dil lingkungan pondok pesantren. Contohnya, ada bumbu cinta yang dipaksakan. Hal itu terlihat ketika seorang santri begitu leluasanya menemui seorang santriwati ketika di lingkungan pondok. Termasuk ketika para santri mendatangi gereja.

Muat Lebih

Saking kerasnya kecaman terhadap Film The Santri, sampai ada yang meyebut film the santri terpapar Virus Sipilis (sekulerisme, pluralisme, liberalisme). Tidak sedikit yang merekomendasikan agar tidak usah nonton Film The Santri.

Kalau ditulis satu-persatu isi kecaman netizen, jumlah dan jenisnya sangat banyak. Bagi Anda yang penasaran mending baca langsung di twitter dengan tagar #BoikotFilmTheSantri.

Download Film The Santri

Sudah menjadi kebiasaan umum, setiap kali terjadi kehebohan di jagat maya, jika itu berupa film maka kata kunci download filmnya langsung membanjiri pencarian google. Termasuk download film the santri yang konon di klaim justru mengajarkan semangat kebhinekaan.

Tonton Film The Santri dari Official Trailer untuk mengobati rasa penasaran. Di awal tulisan ini sudah disampaikan, film The Santri direncanakan baru akan tayang pada Oktober mendatang. Silakan tonton trailernya di bawah ini:

Trailer Film The Santri yang diunggah NU Channel melalui akun youtube menuliskan deksripsinya sebagai berikut:

Dunia menghadapi banyak tantangan, konflik, ketidaksetaraan, intoleransi yang mematikan dan berbagai ancaman keamanan baik yang bersumber dari terorisme, rasisme, ekstremisme, maupun kekerasan dan diskriminasi.

Kemauan untuk mengatasi tantangan dan ancaman yang melampaui batas negara-negara dibutuhkan kerjasama global dalam kerangka penindakan dan pencegahan. Sekaligus diperlukan usaha untuk memastikan peningkatan nilai toleransi, mempromosikan diplomasi preventif, serta mendukung inisiatif pemuda regional dan global.

Film The Santri Belum Diproduksi

Produser Eksekutif film The Santri, Imam Pituduh menyatakan film The Santri yang disutradarai Livi Zheng belum diproduksi. Ia mengatakan Nahdlatul Ulama channel dan Livi baru sekadar menggarap trailer film tersebut.

“Saya ingin menegaskan bahwa film The Santri ini baru pada tahapan trailer,” ujar ilham di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (17/9), seperti yang dirilis cnnindonesia.com.

Ilham yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menuturkan pihaknya dan Livi baru akan menggarap film tersebut pada bulan Oktober mendatang. Ia memperkirakan proses penggarapan akan berlangsung hingga bulan April tahun 2020.

PBNU: Film The Santri Ajarkan Semangat Kebinekaan

Seperti yang diberitakan cnnindonesia.com, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membantah film The Santri tidak mendidik dan cenderung liberal. Wakil Sekjen PBNU, selaku Produser Eksekutif film The Santri Imam Pituduh mengatakan film garapan sutradara kakak beradik, Livi Zheng dan Ken Zheng itu mengajarkan kebinekaan kepada masyarakat.

“Spirit filmnya itu menunjukkan semangat Indonesia dengan kebinekaannya, sangat ramah, damai, dan toleran,” ujar Imam di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (17/9).

Pernyataan Imam itu merespon tudingan sejumlah kalangan yang menyebut film The Santri tidak mencerminkan tradisi santri.

Trailer Film The Santri, Memancing di Air Keruh

Sampai di sini, saya pribadi tidak akan menyimpulkan. Termasuk tidak ikut masuk dalam barisan pengecam, atau mengamini apa yang sudah disampaikan pihak PBNU terkait film The Santri. Alasannya sederhana saja sih, karena saya belum nonton filmnya secara utuh. Baru juga trailer. Bagaimana seandainya nanti ketika filmnya tayang, justru berbeda dari yang dituduhkan?

Respon negatif netizen terhadap Trailer Film The Santri bukti bahwa mereka peduli terhadap hal-hal sensitif yang terjadi di Indonesia, termasuk ketika dunia pondok pesantren atau para santri dijadikan komoditas film. Mereka tidak ingin nama baik pesantren atau santri rusak gara-gara film tersebut.

Saya pribadi, selaku orang yang lumayan sedikit ngerti tentang dunia pesantren, justru berterimakasih kepada netizen dengan tagar #BoikotFilmTheSantri. Anggap saja itu bagian dari kontrol sosial masyarakat Indonesia.

Demikian pula kepada PBNU yang memiliki gagasan untuk membuat film tentang dunia pesantren. Apapun tujuan baik yang direncanakan, terimakasih. Bukankah filmnya belum diproduksi?

Jika mengibaratkan Trailer Film The Santri adalah genangan air, saat ini keruhnya sudah mulai terlihat. Bukankah sangat mudah untuk memancing ikan di dalamnya? Saya kira,kias ini sangat mudah dipahami.

Pos terkait