Esai

Klarifikasi: Oh. Gusti. Pemilihan Ketua Dewan Mahasiswa Saja Mereka Cuek

Klarifikasi dan Jawaban dari si Penulis

TandaPetik.Com – Berdasarkan pemintaan klarifikasi oleh teman-teman mahasiswa yang juga telah disampaikan pihak tandapetik.com kepada saya, catatan ini sekaligus jawaban atas tanggapan yang dimuat tandapetik.com atas tulisan saya. Tanggapan bisa Anda baca di sini.

Maka saya selaku penulis artikel tentang hiruk-pikuk politik kampus dengan Judul Oh. Gusti. Pemilihan Pemimpin Dewan Mahasiswa Kampus Saja Mereka Cuek, dengan ini ingin sedikit meluruskan mengapa hal itu ditulis.

Pertama, saya minta maaf atas ketidakberkenannya beberapa pihak / orang / mahasiswa (i) atas kalimat yang saya gunakan tentang Kampus antah berantah. Saya menuliskan itu, berdasarkan kesadaran pribadi bahwa kampus saya adalah satu dari ribuan kampus yang ada di seluruh Indonesia. Mengapa antah-berantah? Sebab, saya kira kampus ini memang ‘hanyalah’ kampus yang tidak terlalu besar dan tidak begitu dikenal oleh masyarakat secara luas, se Nasional atau masyarakat Internasional. Itulah dasar pijakannya.

Namun, kendati saya punya argumentasi tersendiri akan hal itu, persepsi berbeda, penalaran berbeda, pemikiran dan pemahaman berbeda dari kawan-kawan yang merasa kalimat itu seakan menyudutkan kampusnya, padahal saya tidak berniat demikian, namun dengan kerendahan hati saya meminta maaf.

Kedua, tulisan itu hanya memuat pendapat saya seorang? Ya, memang, sebab tulisan itu memang opini dari saya—dan bukan bersifat berita. Opini adalah pendapat, ide atau pikiran untuk menjelaskan kecenderungan atau preferensi tertentu terhadap perspektif dan ideologi akan tetapi bersifat tidak objektif karena belum mendapatkan pemastian atau pengujian, dapat pula merupakan sebuah pernyataan tentang sesuatu yang berlaku pada masa depan dan kebenaran atau kesalahannya serta tidak dapat serta langsung ditentukan, misalnya menurut pembuktian melalui induksi. Opini bukanlah merupakan sebuah fakta, akan tetapi jika di kemudian hari dapat dibutikan atau diverifikasi, maka opini akan berubah menjadi sebuah kenyataan atau fakta. (Wikipedia)

Ketiga, survei tentang mahasiswa yang mementingkan nilai? Banyak orang-orang bertanya tentang survei, mereka mengira survei ini adalah abal-abal. Padahal, jika kalimat demi kalimat yang saya tulis dibaca dengan baik, di sana sudah tertulis dengan jelas bahwa saya menyebutkan, “Beberapa orang teman saya justru dengan jelas berkata bahwa mereka tidak peduli terhadap politik kampus macam begitu”, maka itu berarti saya mensurvei teman saya sendiri. Berikut penampakan kalimat dimaksud:

Keempat, sumber data. Sekali lagi, ini adalah opini dan bukan berita. Opini adalah pendapat seseorang. Saya punya anggapan bahwa mahasiswa kampus saya telah mengalami kemerosotan dalam hal kesadaran politik, menurut saya, sangat tidak wajar bagi mahasiswa Islam yang dulu nabi mereka adalah seorang pemimpin negara, tapi justru di hari ini mahasiswa Islam (utamanya kampus saya) justru seakan menutup mata terhadap politik kampus

Opini, sekali lagi, merupakan pendapat seseorang. Ini jelas tidak membutuhkan sumber data bejibun macam skripsi. Ini pendapat. Saya menyalurkan pendapat saya lewat TandaPetik.com, dan bagi yang tidak sependapat karena memiliki opini berbeda, maka silakan saja menyampaikannya lewat kolom komentar, atau melakukan pendaftaran seperti yang saya lakukan kemudian memublikasikan opini tanggapan tersebut di sini.

Kelima, Tandapetik.com bukan merupakan portal berita, Tandapetik.com merupakan raung komunitas para penulis yang bagi siapa saja boleh mendaftar dan ikut menuliskan segala hal tentang apa pun. Mulai informasi, ide, opini maupun pendapatnya. Ini tak ubahnya para blogger yang menulis di blognya masing-masing. Meski demikian, tandapetik.com tentu saja memiliki standar tulisan-tulisan semacam apa yang layak terbit. Untuk kategorinya pun sudah disediakan.

Saya kira, semua ini sudah jelas adanya. Apapun pendapat berbeda tentang apa yang sudah saya tulis, itu adalah hak pribadi masing-masing. Atas kesadaran itulah, saya akan selalu menghargai perbedaan pendapat, sekalipun cemoohan dan makian ditujukan kepada saya. Di sinilah saya belajar mengasah makna indahnya perbedaan dalam kebersamaan.

Demikian klarifikasi sekaligus jawaban yang mungkin sedang diperlukan oleh sebagian orang. Terimakasih. Salam damai.

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

Rafii Syihab

Mahasiswa biasa yang punya cita-cita jadi manusia.

Artikel Berkaitan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin