Kiri, Komunis, dan Bagaimana Cara Cebok yang Benar

Home Ceplas Ceplos Kiri, Komunis, dan Bagaimana Cara Cebok yang Benar
Kiri, Komunis, dan Bagaimana Cara Cebok yang Benar

Kiri dikira komunis / kanan dicap kapitalis / keras dikatai fasis / tengah dinilai tak idiologis

TandaPetik.Com – Itu adalah lirik pembuka sebuah lagu berjudul Bingung milik Iksan Skuter, yang bikin saya tertarik dan lantas mencantumkannya sebagai kalimat pembuka dari tulisan ini tak lain adalah “kiri dikira komunis” nya tersebut. Kiri dan komunis. Hmm…kebanyakan kita, kan, memang seperti itu, ya, kalau kiri, jelas sudah, komunis!

Apakah kiri selalu komunis?

Istilah kiri, konon katanya, adalah untuk menggambarkan sebuah cita-cita yang mengarah pada kemakmuran hidup. Revolusi Prancis adalah awal dari istilah tersebut, itu terjadi pada abad ke-17 dan 18 lalu saat terjadi pergulatan di sidang-sidang kerajaan. Kaum Republik, yang menentang Ancien Regime (Suatu sistem aristokratik di bawah dinasti Valois dan Boubon) menempatkan diri di sisi kiri dewan legislatif. Nah, posisi di sebelah kiri tersebut ternyata bukan berarti tempat semata, melainkan juga simbol dari perlawanan mereka—sebuah cita-cita revolusi.

Seterusnya, dalam ilmu politik sendiri, “kiri” disebut sebagai kekuatan yang berpihak pada rakyat, buruh, tani, dan kaum-kaum marjinal.

Tapi, sekali lagi, apakah kiri selalu komunis?

Jika merujuk buku yang ditulis oleh Cindy Adams yang berjudul Sukarno: An Autobioghaphy as told to Cindy Adams (1965), Bung Karno mengatakan bahwa; “Orang Kiri adalah mereka yang menghendaki perubahan kekuasaan yang ada sekarang. Kehendak untuk menyebarkan keadilan sosial adalah Kiri. Ia tidak perlu komunis. Orang Kiri bahkan dapat bercekcok dengan orang komunis.”

Di Indonesia sendiri, istilah “kiri” selalu saja diidentikkan dengan komunis. Padahal, seperti yang sudah dituliskan di atas, istilah “kiri” lahir saat Revolusi Prancis, 1792. Sedangkan Karl Marx, si pencetus komunis itu sendiri, hidup pada era 1818-1883.

Jadi, untuk kali ke sekian, apakah kiri selalu komunis?

Tidak, tentu saja, selain karena alasan histrois di atas yang saya tuliskan dengan sangat tidak bagus, melainkan juga karena banyak hal dalam keseharian yang kita lakukan dengan “kiri”, cebok misalnya. Oh, apakah kalau cebok pakai tangan kiri berarti komunis? Apakah cebok yang baik dan benar harus menggunakan kanan? Tidak, toh?

Begitulah, saya kira, ‘kiri’ secara prinsip merupakan sebuah lambang perlawanan atas penindasan dan ketidakadilan, entah yang melakukan itu komunis atau tidak. Kita harus menjauhkan diri dari pemikiran kiri-kanan,l. Kiri sesat dan kanan benar. Semuanya sama saja; kita harus memajukan negeri ini.

Dan, tentu saja, cebok dengan tangan kiri tidak akan jadi masalah. Kita tidak akan ditangkap hanya karena cebok dengan cara tersebut.