Ketua Umum PBNU: Iptek Harus Dibarengi Akhlak yang Baik

  • Whatsapp
Ketua Umum PBNU; Iptek Harus Dibarengi Akhlak yang Baik

JAKARTA, Tandapetik.com – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak alumni ITS untuk turut serta membangun kemajuan bangsa Indonesia melalui pendidikan akhlak. Karena melalui penanaman akhlak itulah karakter masyarakat bisa dibentuk, yang pada akhirnya menjadi karakter bangsa.

”Marilah seluruh keluarga besar alumni ITS, perkuat ilmu dan teknologi, perkuat juga ilmu agama, dengan akhlak. Alquran harus diajarkan di ITS untuk membangun karakter, membangun akhlakul karimah, akhlak Islam yaitu Islam yang cinta damai, yang toleran,” ujar Said Aqil pada kegiatan halalbihalal alumni ITS yang diselenggarakan PP IKA ITS Jumat (5/6/2020) malam.

Dibuka oleh Ketua Umum PP IKA ITS Sutopo Kristanto, acara halalbihalal secara virtual melalui aplikasi zoom ini diikuti lebih dari 450 alumni ITS, baik di dalam maupun luar negeri. Selain para pengurus PP IKA ITS dan sejumlah pengurus wilayah, turut serta dalam acara ini Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng dan jajaran dosen ITS, Ketua Senat IKA ITS yang juga politikus Partai Golkar Ridwan Hisjam, serta mantan Rektor ITS yang juga Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh.

Dalam tausiyahnya, KH Said Aqil mengingatkan kembali bahwa Islam secara harfiah berarti jalan menuju keselamatan. Inti ajarannya, yang juga merupakan salah satu agenda utama dakwahnya, adalah menyempurnakan akhlak manusia.

”Jangan mengaku Islam kalau tidak bisa memberi contoh akhlak yang baik dengan tetangga yang berbeda agama, beda budaya, beda suku. Karena Islam itu mengajarkan cinta kasih, damai, toleran. Jangan sekali-kali mencaci agama lain, budaya orang lain, warna kulitnya,” ujar dia.

KH Said Aqil mengatakan bahwa persoalan akhlak pula yang membuat Adam dan Hawa turun dari surga. Dia mengatakan, manusia pertama yaitu Adam yang hidup di surga bersama istrinya, Hawa, adalah orang yang menguasai ilmu pengetahuan. Karena penguasaan atas ilmu pengetahuan itu, keduanya tinggal di surga dan derajatnya Adam dinaikkan lebih tinggi, bahkan dari malaikat.

Akan tetapi, toh Adam tergelincir. Dia termakan bujukan iblis melalui istrinya untuk melarang satu-satunya larangan Tuhan. ”Di surga semuanya boleh dilakukan Adam, kecuali memakan buah kuldi, mengapa? Karena Adam cerdas dan pinter. Tapi ilmu saja tidak cukup, karena buktinya Adam tergoda bujukan iblis melalui istrinya,” tutur Said Aqil.

Belajar dari kisah tersebut KH Said Aqil mengajak para alumni ITS yang dinilainya memiliki keahlian yang mumpuni di bidang iptek untuk menaruh perhatian besar pada aspek akhlak. ”Jadi ilmu saja tidak cukup, harus dilengkapi dengan akhlak,” katanya.

Dalam sambutan sebelumnya, Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng menjelaskan berbagai respons ITS dalam upaya membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi pandemi COVID-19. Berangkat dari kesadaran bahwa pandemi tidak bisa diatasi hanya dengan mengandalkan pemerintah, segenap civitas akademi ITS bergerak menyediakan apa yang dibutuhkan masyarakat.

Begitu virus merebak, ITS memproduksi handsanitizer untuk dibagikan keada masyarakat luas. Begitu juga dengan sejunlah alat kesehatan seperti ventilator dan robot Raisa yang digunakan di RS Unair. Alat yang memang mendesak dibutuhkan tersebut diakui sangat membantu penanganan pasien RS rujukan COVID-19 tersebut. ”Keluarga besar ITS tanpa diminta langsung merespons situasi yang terjadi dengan patungan,” ujar dia. (Ari)

Pos terkait