Olahraga

Ketika Obor Asian Games 2018 Singgah di Banjarbaru

tandaPetik.Com – Aku tahu, ini sudah sangat terlambat untuk menulisnya. Peristiwa langka ini sudah terjadi sekitar satu minggu yang lalu, ya tepatnya hari Senin tanggal 30 Agustus 2018 lalu. Api abadi untuk menyalakan obor Asian Games yang menjadikan tanda dimulainya Asian Games “mampir” dan lewat sebentar di kota kebangganku dan kota yang sangat ingin kutinggali hingga aku mati, yaitu Kota Banjarbaru.

Kirab obor Asian Games 2018 atau yang dalam bahasa inggris disebut Torch Relay ini dilaksanakan di beberapa provinsi di Indonesia. Salah satu provinsi yang beruntung untuk disinggahi api abadi ini adalah Provinsi Kalimantan Selatan. Kebetulan Bandar Udara Syamsudin Noor di Banjarbaru menjadi tempat persinggahannya. Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani bersama masyarakat langsung menyambutnya penuh antusiasme luar biasa.

Meski saat obor itu telah lewat, masyarakat Banjarbaru sedikit merasa kecewa karena api itu hanya berbentuk api kecil dalam sebuah wadah mirip lentera. Itu kudengar sewaktu aku meliput dan berada di tengah-tengah masyarakat yang menanti dipinggir jalan bersama anak-anak sekolah yang disiagakan untuk menyambut kirab obor ini dengan meriah.

Setahu aku, terakhir Asian Games diadakan di Indonesia tahun 1962 silam, di tahun itu bapakku saja belum lahir. Tahun 2018 ini Indonesia mendapat giliran kembali tentu aku merasa sangat bahagia bisa berada sangat dekat dengan salah satu hal penting dalam Asian Games yaitu api obor legendaris sebagai seorang jurnalis.

Aku merasa sangat berbangga bisa melaporkan peristiwa langka ini dan mendapatkan foto eksklusifnya meski berdesak-desakan dengan jurnalis lain yang notabene berjenis kelamin laki-laki dengan badan yang cukup gede dan tinggi.

Usai bersinggah di VIP Room Bandara Syamsudin Noor, kirab obor berlanjut ke Banjarmasin. Di sana Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, sudah menunggu.

Peristiwa penting seperti ini, akhirnya bisa kulihat dengan dekat tanpa melalui layar kaca.

Laman wikiperdia.org menyebutkan, Asian Games sendiri awalnya merupakan ajang olahraga di Asia kecil. Far Eastern Championship Games diadakan untuk menunjukkan kesatuan dan kerjasama antar tiga negara, yaitu Kerajaan Jepang, Kepulauan Filipina, dan Republik Tiongkok. Far Eastern Championship Games pertama diadakan di Manila pada tahun 1913.

Negara Asia lainnya berpartisipasi setelah diselenggarakan. Far Eastern Championship Games dihentikan pada tahun 1938 ketika Jepang menyerbu Tiongkok dan aneksasi terhadap Filipina yang menjadi pemicu perluasan Perang Dunia II ke wilayah Pasifik. Asian Games juga merupakan ajang olahraga yang diadakan empat tahun sekali yang diikuti oleh seluruh negara Asia yang terdaftar dalam Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin