Bincang-bincang di Gedung Biru; Kepala Daerah “Tersandera” Budaya Transaksional

Bincang-bincang di Gedung Biru; Kepala Daerah “Tersandera” Budaya Transaksional

Tandapetik.com – Budaya transaksional untuk memperoleh perahu atau partai politik dalam setiap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sudah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi para calon kepala daerah, baik bagi yang terpilih maupun tidak terpilih.

Bagi yang terpilih, sudah dipastikan bakal “tersandera” oleh pengembalian cost politik yang besar, hingga akhirnya tidak sedikit membuat kepala daerah harus merasakan betapa pahitnya hidup di balik jeruji. Begitu pula sebaliknya, bagi calon kepala daerah yang sudah terlanjur “membeli” perahu, kemudian kalah dalam pertarungan dipastikan pusing tujuh keliling, karena menanggung hutang di sana-sini, hingga akhirnya depresi.

Persoalan budaya transaksional dalam setiap Pilkada cukup hangat diperbincangkan dalam pertemuan Media Visit, Dr. Andin Sofyanoor, SH, MH bersama rombongan, manakala bertandang ke Gedung Biru Radar Banjarmasin di Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, yang langsung diterima Dirut Radar Banjarmasin, Suriansyah Achmad beserta jajarannya, Senin (9/9/2019) siang.

“Tadinya, saya tidak pernah terpikir insya Allah ikut kontestasi Pilkada Kabupaten Banjar tahun 2020 mendatang. Maunya, setelah menyelesaikan studi S3 di Bandung, saya ingin mengajar, menulis buku dan bernisnis saja di Jakarta! Tapi setelah bertemu beberapa tokoh ulama, kemudian konstituen semasa menjadi anggota dewan serta keluarga besar, mereka menginginkan saya balik ke kampung halaman. Padahal tadinya mau menetap di Jakarta saja,” ungkap Andin memulai pembicaraan di ruang meeting Radar Banjarmasin.

Nah, karena ingin mengabdikan diri di Kabupaten Banjar, ujar Andin, dia tidak ingin ikut Pilkada, lalu terjebak dalam budaya transaksional untuk memperoleh dukungan partai politik. Sebab, kalau itu yang terjadi, dia akan terbebani oleh pengembalian biaya politik yang sangat besar. Hal tersebut berpotensi menimbulkan tindakan-tindakan koruptif. Dia justru mengedepankan jual gagasan dan ide kepada partai politik yang berkenan menjadi perahunya.

Oleh karena itu, Andin sangat mengharapkan bantuan peran media untuk menyampaikan pesan-pesan yang positif kepada masyarakat luas. Terutama soal bahayanya budaya transaksional dalam Pemilihan Kepala Daerah.

Bak gayung bersambut, pemikiran yang disampaikan Andin Sofyanoor mendapatkan sambutan yang sangat positif dari manajemen Radar Banjarmasin. Bahkan Dirut Radar Banjarmasin, Suriansyah Achmad menyatakan dukungan dan kesiapannya untuk memfasilitasi, menyampaikan pesan-pesan moral yang dimaksudkan.(ams)