Politik

Kenapa Prabowo Subianto Sampai Galang Donasi? Begini Komentar Mereka

Jangan-jangan, eh jangan-jangan

TandaPetik.Com –  Tahukah Anda kalau saat ini Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sedang melaksanakan penggalangan dana? Kalau belum tahu, harusnya dengan membaca artikel ini sudah menjadi tahu. Benar begitu, bukan?

Aksi penggalangan dana tersebut diluncurkan dengan memanfaatkan media sosial Facebook dalam bentuk kombinasi antara teks dan video yang kemudian menjadi viral dan diunggah pada Kamis, 21 Juni pukul 20.59. Video tersebut berdurasi 19 menit 46 detik. Dalam unggahan tersebut, Prabowo mengajak masyarakat mengumpulkan uang guna mendanai dirinya dan Gerindra berkontestasi di Pemilu 2019.

“Saya atas nama partai Gerindra datang kepada penyandang dana saya, yaitu saudara-saudara sekalian. Saya tidak mau datang ke penyandang dana yang di ujungnya saya tidak yakin akan kesetiaan mereka kepada bangsa dan negara,” katanya lewat video yang diunggah di akun Facebook pribadinya.

Banyak komentar dari kalangan politisi ketika Prabowo Subianto meluncurkan aksi penggalangan donasi tersebut. Hanya saya saja sebagai rakyat jelata yang belum ikut berkomentar (gak penting juga sih). Sebelum saya ikut mengeluarkan pendapat, mari kita baca komentar-komentar sebelumnya.

Sebagian Komentar Aksi Galang Dana Prabowo Subianto

Achmad Baidowi melalui detikcom, Jumat (22/6/2018)

Penggalangan dana tersebut, mengingatkannya pada gerakan donasi #temanahok saat Pilgub DKI 2017. Itu cara mereka fundrising untuk menutupi kebutuhan biaya politik menjelang 2019.

CEO Cyrus Network Hasan Nasbi melalui CNNIndonesia.com

Hasan menyoroti langkah Prabowo bak ‘sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui’. Dengan penggalangan dana, Prabowo bisa mengecek dukungan ril di akar rumput.

“Kalau Anda mendapatkan sokongan dana dari masyarakat, bukan hanya mendapatkan dana tapi juga suara. Kalau orang tidak mendukung, maka orang tidak akan menyumbang. Semacam salah satu ukuran Prabowo seberapa besar dukungan publik ke dia,” kata Hasan.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade melalui nasional.tempo.co

Ada yang menyebut Prabowo Subianto lagi bokek tapi kemudian ditepis. “Siapa bilang enggak ada uang,” kata Andre, Sabtu, 23 Juni 2018

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman melalui nasional.tempo.com

Dalam peraturan KPU ada batasan bagi penyumbang dana kampanye pasangan calon kepala daerah di Pilkada 2018. Batasan tersebut tertuang dalam Pasal 7 ayat 1 sampai 3 PKPU Nomor 5 tahun 2017 tentang Dana Kampanye Peserta Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Atau Walikota dan Wakil Walikota.

Dalam PKPU tersebut disebutkan, batasan sumbangan dana kampanye yang berasal dari badan hukum swasta dan partai maksimal sebesar Rp 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah. Sedangkan sumbangan dari pihak perseorangan maksimal sebesar Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).

“Terpenting, kalau mau dipergunakan, nanti dicatat sesuai mekanisme yang ada,” ujar Arief pada Jumat, 22 Juni 2018.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadizly melalui JawaPos.com, Senin (25/6)

“Gerakan menggalang dana untuk perjuangan itu sah-sah saja. Tapi pertanyaannya, untuk perjuangan apa? Untuk menggalang dana kampanye pemilihan presiden? Kalau kepentingan untuk inyapres, sabar Pak Prabowo. Tahapan Pilpres belum dimulai. Setiap penggalangan dana dari masyarakat tentu harus dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya untuk apa. Apalagi kalau tujuannya untuk kepentingan politik pencapresan beliau. Tunggu dulu, tahapan Pilpres belum mulai,” ujarnya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah melalui tribunnews.com
“Prabowo itu bingung karena dia engga berkuasa. Saya mendengar malah bisnis-bisnisnya pun seperti dihambat. Akhirnya engga punya uang, begitu mau maju lagi dari mana sumbernya? Engga ada pembiayaan‎,” ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (25/6/2018).
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko, melalui liputan6.com
“Intinya kita perlu pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat, bahwasanya di dalam berpolitik itu perlu memikirkan apa tujuannya,” kata Moeldoko di Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/6/2018).
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid melalui beritasatu.com
“Karena kalau dilihat dari kegiatan ekonomi beliau juga pastilah memerlukan dukungan-dukungan itu. Dan yang penting dukungan itu melalui jalur yang sah, konstitusional, halal atau tidak,” ujar Hidayat di Gedung DPR, Senin (25/6).
Itulah sebagian pendapat orang-orang hebat menanggapi aksi penggalangan dana (crowdfunding) yang dilakukan oleh Prabowo Subianto.

Pendapat Pribadi Penulis

Karena saya menulis untuk menyampaikan pendapat, berikut pemikiran yang terlintas:
  • Tak masalah jika Prabowo Subianto melakukan aksi penggalangan dana, selama tidak menyalahi aturan KPU jika tujuannya nanti untuk membiayai kampanye pilpres.
  • Catat semuanya dengan baik, dan transparansi
  • Jaga kesetiaan donatur, mereka berharap Prabowo Subianto maju Pilpres. Jangan nanti malah tidak jadi. Uangnya buat apa?

Saya rasa, cukup tiga pendapat itu saja yang bisa saya tulis. Kebanyakan malah bisa jadi sok keminter, tapi kalau terlalu sedikit nanti ketahuan gobloknya. Toh, dari ketiga komentar saya itu, gak kalah-kalah amat kan dengan komentar para politikus di atas. Terus, gimana komentarmu?

Tags

harie insani putra

Penulis kambuhan. Kadang menulis dengan jurus mabuk.

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin