Esai

Kecil-Kecil Jualan sabu, Masih SD lagi, Gedenya Gimana?

TandaPetik.Com – “Kalau orang gede jualan sabu, ah biasa, kalau anak SD jualan sabu, gedenya gimana?”. Kejadian ini baru saja terjadi di Makassar. Seorang pelajar tertangkap petugas, ketika hendak menjual sabu di Jalan Panampu, Lorong II, Kampung Gotong Royong, Kecamatan Tallo, Makassar.

Uniknya, pelajar ini masih pelajar kelas 3 MTS. Mantapnya lagi, anak yang tertangkap itu mengaku hanya sebagai kurir. Ada bos dibaliknya, yakni anak lainnya berstatus masih siswa SD. Alamak.

Berita ini saya dapatkan di beberapa portal berita online. Awalnya terkejut melihat adanya kasus seperti ini. Yah, kalau kasus sabu memang biasa sih. Tapi, ini loh, anak kecil, penerus bangsa, bibit-bibit pecinta artis Korea, kan sayang kalau dia sudah dekat dengan benda terlarang itu. Disaat anak SD lain, jualan es, pensil, penghapus, tipe x, ada yang jual tipe x temen juga, eh dia jualan sabu. Saya sedih, miris mikirin kamu.

Bagi adik-adik seluruh Indonesia, semoga kalian tidak mengikuti jalur yang salah ini ya, soalnya narkoba atau sabu itu, jahat. Data pemerintah bisa menjadi buktinya, bahwa narkoba ini sangat-sangat tidak baik buat jadi mata pencaharian, ibaratnya nih ya, seseram cinta kakak pada kakakmu. Bayangkan saja, tiap hari 30 anak muda meninggal karena zat adiktif. Kalau dikalikan selama satu bulan, 900 anak muda, dik.

Itu kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto saat menghadiri peringatan Hari Anti Narkoba (HANI) di Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido Bogor, Kamis (12/7).

Coba lihat dik, dari data BNN, jumlah pengedar yang berhasil ditangkap oleh Polri dan BNN pada 2017 mengalami peningkatan menjadi 64.526 orang. Sebelumnya pada 2016 hanya 61.748 orang yang ditangkap, kamu tidak mau kan jadi salah satunya?

Apakah mesti kita mengusap dada dengan keadaan semakin hari, semakin parah ini. Tindakan orangtua sangat diperlukan saat ini, apalagi buat seorang bocak yang kalau jatuh cinta aja belum serius, udah berani jualan sabu, untuk apa toh, mau beli diamond mobile legend hasil uangnya, tidak berkah dik, yang ada nanti kamu afk terus.

Saya sih tidak tahu, apakah itu memang benar tulus jualan sendiri atau ada orang di atasnya lagi yang menyuruh. Katanya, pelajar MTS ini diberi janji manis, Rp.200 ribu dari hasil jualan 1 sachet sabu bakal dibagi rata. Namun keburu ditangkap, engga jadi dah beli diamond mobile legend.

Dari kasus ini, saya menangkap suatu pelajaran, yakni tidak sepenuhnya uang dari orangtua cukup bagi anak. Ajarilah mereka rasa bersyukur. Bagi pak polisi, jaga terus anak bangsa ini. Jangan sampai, udah SD gitu, gedenya gimana?

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

ardian

Saya adalah penggemar segala hal. Satu hal yang tidak saya gemari, berpikir!

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin