fbpx
Ulasan

Hati-Hati!, Tiga Bencana Ini Rawan Di Banjarbaru

Tandapetik.Com – Banjarbaru sejak beberapa tahun terakhir banyak mengalami beberapa bencana, seperti kebakaran hutan dan lahan yang sudah dilalui saat memasuki musim kemarau tahun 2018 lalu. Musim hujan saat ini pun masyarakat yang berada di Kota Idaman ini agar tetap waspada dengan tiga bencana yang bisa datang kapan saja.

Tiga bencana itu seperti Banjir, Puting Beliung dan Longsor. Seperti yang telah lalu, saat musim hujan dan angin kencang seperti terjadi beberapa pekan ini. Kota Banjarbaru menjadi langganan tiga bencana tersebut. Misal, kejadian longsor di pendulangan intan Kecamatan Cempaka yang terjadi di bulan April tahun 2017. Dimana menelan korban bernama Bahrul (49), yang mana saat itu dia melakukan aktivitas pendulangan namun naas dia mendapatkan musibah yang tak terduga hingga harus kehilangan nyawanya.

Bencana seperti Banjir, juga sering terjadi. Kecamatan Cempaka menjadi langganan terjadinya bencana air ini. Akibat terus menerusnya air hujan yang datang hingga satu hari penuh. Tercatat kejadian bencana banjir ini terjadi baru tahun 2018 lalu, tepat bulan Desember. Yang mana 150 buah terdampak banjir hingga membuat warga harus diungsikan melalui posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjarbaru.

Selain dua bencana tersebut, bencana puting beliung menjadi langganan Kota Banjarbaru. Tiupan angin kencang biasanya disertai hujan. Seperti diberitakan beberapa media, wilayah yang sering kena bencana puting beliung ini, Liang Anggang, Landasan Ulin dan sekitarnya. Tahun 2016 tercatat puting beliung ini bahkan sampai merusak puluhan rumah dan dua sekolahan madrasah.

Apa Dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjarbaru dalam menghadapi tiga bencana tersebut?

Badan Penanggulangan Bencana Daerah  mengantisipasi dengan adanya tiga bencana tersebut dengan dibentuknya tim tanggap darurat di tiga Kecamatan dan delapan kelurahan daerah rawan bencana. Kecamatan Cempaka, Liang Anggang dan Landasan Ulin. Tiap kelompok di kelurahan dibagi 5 orang yang diambil dari masyarakat.

“Mereka kita pinjami fasilitas seperti tossa, mesin genset selama 5 bulan, itu dihitung prediksi bencana dari kita,” ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjarbaru Suryanoor Ahmad.

Menurutnya, dengan dibentuknya “Tim angin ribut” tadi ketika ada bencana terjadi, masyarakat yang jadi korban langsung bisa ditangani sebelum datangnya bantuan dari BPBD. “Misal, ketika ada angin puting beliung, begitu teungkap atapnya, tim tadi langsung menutupi, maunya kita seperti itu, jangan pas sudah lepas atapnya malah lambat nantinya,” katanya.

Selain itu, daerah yang sering langganan puting beliung yakni Kelurahan Landasan Ulin Selatan ingin menerapkan anti puting beliung seperti adanya penanaman pohon-pohon besar sekitar perumahan warga sehingga menghambat angin kencang. “Saya mencontoh, ketika saya lewat di Basirih ada satu rumah yang dikelilingi pohon mangga besar, ternyata rumah itu ketika angin yang cukup kencang tidak ada masalah sama sekali, nah berarti menandakan pohon itu bisa memperlambat angin yang bertiup kencang,” kata Lurah Landasan Ulin Selatan Adi Royan.

Temukan Artikel Menarik Lainnya Melalui Topik di Bawah Ini:
Teknologi | Otomotif | Politik | Olahraga | Kesehatan | Esai | Cinta | Sosok | Tips & Trik | Traveling | Ulasan | Cerpen | Games
Hubungi Admin Tandapetik.com

Artikel Berkaitan