fbpx
Esai

Gedung SKB Cempaka Terlantar, Apakah Perencanaan Kurang Matang?

TandaPetik.Com – Kabar terlantarnya gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Cempaka seperti yang diberitakan KoranBanjar.Net, pada 29/12/2018 tampaknya patut menjadi renungan, barangkali juga pembelajaran, khususnya oleh Pemerintah Kota Banjarbaru dalam proses pembangunan infrastruktur.

Saya selaku orang awam hanya mampu berpikir sederhana saja, berapa uang rakyat yang telah disia-siakan untuk proses pembangunan gedung tersebut yang berujung tidak termanfaatkan sesuai fungsinya?

Tak hanya soal dana, siapapun Anda yang berdomisili di Banjarbaru dan peka dengan kondisi sosial masyarakat di Banjarbaru, tentunya mengetahui saat ini masih banyak aktifitas masyarakat, baik itu mereka yang tergabung di dalam organisasi resmi semacam Karang Taruna, organisasi olahraga, organisasi kesenian, sering kebingungan karena tidak memiliki tempat untuk beraktifitas. Eh, ini kok malah ada gedung yang dibangun namun ditelantarkan?

Coba bandingkan dengan gedung-gedung lama yang bercokol di Banjarbaru yang notabenenya bukan milik Kota Banjarbaru, seperti Mes L, justru dipugar oleh pemerintah Kota Banjarbau agar dapat difungsikan. Jangan sampai muncul pemikiran ‘nakal’ “Gedung orang diperbaiki, gedung sendiri disia-siakan!”

Ujung dari pemikiran sederhana saya adalah, dulunya, apakah sewaktu perencanaan tidak dipikirkan dengan baik-baik sehingga terkesan tidak matang?

Lucunya, saat ditindaklanjuti lebih jauh lagi oleh KoranBanjar.Net terkait gedung SKB Cempaka tersebut, Kepala Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) SKB Banjarbaru, Sukardiono, membenarkan bahwa gedung SKB di Cempaka kini memang sudah tidak difungsikan lagi sejak tahun 2014 lalu.

Ia beralasan, tidak difungsikannya gedung SKB tersebut dikarenakan sulitnya akses jalan yang tidak dilewati angkutan umum, sehingga sebelumnya banyak murid SKB yang tidak mau bersekolah. Dengan alasan tersebut, maka pihak SPNF SKB Banjarbaru telah memindah fungsi SKB di Cempaka itu ke SKB di Guntung Paikat.

saat ditanya kenapa pada tahun 2009 lalu justru memilih membangun SKB di Jalan Getah Tunggal Gunung Kupang, mantan Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru tahun 2009 itu mengaku tidak mengetahui alasannya.

Siapa yang mengusul, siapa yang merencanakan, siapa yang menyetujui? Lantas jika demikian fakta di lapangan, langkah strategis apa yang akan diambil?

Saya kira, hal-hal semacam ini patut dijadikan pembelajaran ekstra. Berani berbuat, berani bertanggungjawab. Fungsikan kembali gedung tersebut. Jika tak bisa digunakan sesuai fungsinya, buka gedung tersebut lebar-lebar untuk berbagai macam kegiatan kemasyarakatan.

Saya rasa bisa diawali dengan mengumpulkan para RT, RW, Lurah, para pemuda, hingga camat setempat. Sederhana saja, bagaimana agar gedung tersebut bermanfaat? Bukankah lebih baik rusak karena terpakai ketimbang rusak karena tidak terpakai? (Harie Insani Putra).

Temukan Artikel Menarik Lainnya Melalui Topik di Bawah Ini:
Teknologi | Otomotif | Politik | Olahraga | Kesehatan | Esai | Cinta | Sosok | Tips & Trik | Traveling | Ulasan | Cerpen | Games
Hubungi Admin Tandapetik.com

Artikel Berkaitan