Demonstrasi Mahasiswa di Kendari Makan Korban, 1 Tewas Lainnya Kritis

  • Whatsapp
Demonstrasi Mahasiswa di Kendari Sultra Ricuh
Demonstrasi Mahasiswa di Kendari (Sultra) Ricuh. (iNews.id)

SULAWESI TENGGARA, tandapetik.com – Aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), memakan korban jiwa. Seorang mahasiswa dikabarkan meninggal dunia usai bentrok dengan aparat. Sementara satu mahasiswa lainnya kritis akibat mendapat kekerasan dari oknum aparat.

Aksi penolakan terhadap Revisi Undang-Undang KUHP dan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berlangsung di depan gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun, unjuk rasa tersebut berakhir ricuh. Massa melempari dan membakar Gedung Kantor DPRD Provinsi Sultra.

Kericuhan terjadi ketika massa mulai berusaha masuk ke dalam Kantor Gedung DPRD Sultra yang dijaga ketat aparat. Gesekan pun terjadi menimbulkan bentrokan. Masa melempari batu dan dibalas tembakan gas air mata dari petugas.

Massa yang terus melempari aparat dengan batu dan kayu berhasil membobol pagar kantor wakil rakyat. Akibatnya sejumlah ruangan mengalami kerusakan. Sementara asap hitam tampak membumbung dan kobaran api melalap sejumlah bangunan.

Korban Jiwa

Seperti dilansir Fajar.co.id, korban meninggal dunia bernama Immawan Randy. Lelaki 21 tahun merupakan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO). Dia meninggal dunia setelah terkena tembakan bagian dada yang diduga dari oknum polisi, (Kamis, 26-9-2019).

Mahasiswa semester 7 jurusan perikanan ini Sebelum meregang nyawa sempat dibawa ke rumah sakit Korem Kendari, pukul 16.18 WITA. Pria yang diketahui merupakan warga desa Lakarinta, Kabupaten Muna ini sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit tersebut.

Korban Kekerasan

Sementara korban lainnya adalah mahasiswa Teknik UHO Kendari bernama La Ode Yusuf Kardawi. Dia saat ini dalam masa kritis setelah kepalanya dihantam oleh aparat. Yusuf dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas Kendari dan masih mendapat penanganan medis. Korban tidak sadarkan diri dan mengalami luka parah bagian kepala.

Konfirmasi Aparat Kepolisian

Sementara itu, melansir jawapos.com, Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara AKBP Harry Golden Hart membenarkan akibat bentrok ini seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi (21), tewas saat mengikuti demo di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun, aparat belum bisa memastikan penyebab kematiannya.

“Benar ada yang meninggal. Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terhadap hal itu,” ujar Harry saat dikonfirmasi, Kamis (26-9-2019).

Dari foto-foto yang tersebar luas, korban terlihat mengalami luka mirip bekas tembakan di bagian dada kanan. Namun, polisi belum membenarkan korban tewas akibat luka tembak.

Selanjutnya, korban sudah dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan otopsi. Setelah proses itu dijalankan, baru dapat disimpulkan penyebab kematian korban.

“Korban saat ini berada di RS Abu Nawas, Kota Kendari. Direncanakan akan dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebabnya (meninggal),” tegas Harry

Sementara itu dr Yudhi Ashary, memastikan Randi tewas tertembak.

“Luka tembak,” kata dr Yudhi Ashary.

Namun dr Yudhi tak bisa memastikan jenis peluru yang menewaskan Randi. Dia mengaku tak bisa memastikan apakah itu peluru tajam atau peluru karet. “Saya enggak lihat barangnya,” ujarnya.

Pos terkait