Cinta

Dear Mantan, Apakah Kau juga Merasakan Kenangan yang Sama?

TandaPetik.Com – Banyak orang bilang padaku bahwa nasib tentang cinta berganti setelah 2 tahun. Aku juga hampir mempercayainya setelah menonton film bollywood Khoobsurat (2014). Apalagi setelah dari reuni alumni OSIS yang aku hadiri kemarin sore. Aku percaya pergantian nasib cinta itu. Aku percaya yang hilang pasti akan kembali pulang.

Umurku sekarang 21 tahun. Untuk remaja akhir seusiaku memilki seorang kekasih tentulah hal yang wajar sekarang. Tetapi apakah jika sekarang sendiri dengan masa lalu satu orang mantan di 2 tahun silam masih biasa? Jika ada yang menjawab ya aku akan sangat berterima kasih. Sejak SMA aku berteman dengan banyak orang dengan berbagai usia. Senang menemukan bahwa di luar sana masih banyak karakter orang dengan segala keunikan mereka. apalagi aku wanita. Coba beritahu di zaman sekarang wanita mana yang tidak senang ketika menerima perhatian.

Terlalu lama bermain, saat kelas XII SMA aku berpikir untuk berhenti di satu hati saja. Memikirkan untuk bersandar pada orang lain dan berbagi bersamanya terdengar menyenangkan. Bukan saat hujan dengan kesejukannya yang membuat aku menjatuhkan hati. Di Sabtu siang yang membuat bajuku basah, mataku bersinar melihat laki-laki yang sedang latihan Pramuka. Laki-laki yang kuputuskan sebagai rumah untuk pulang.

Sejak itu dan seterusnya aku dan dirinya yakin bahwa kami akan mampu melewati masalah usia, melewati masalah jarak dan melewati masalah seperti para pasangan lain di luar sana selamanya. Ternyata selamanya terlalu lama. Dengan dalih sudah tak ada rasa, kami tak lagi bersama di dua tahun setelahnya.

Dia yang kukira rumah ternyata hanya tempat singgah. Aku kira dia pertama dan selamanya ternyata hanya sementara. Untuk beberapa lama ingatanku hanya tentang dia, namun kami yang tidak pernah bertemu dan berkomunikasi lagi, aku menyerah. Aku membiarkan semuanya berlalu hingga lupa dengan sendirinya. Tapi semuanya berubah saat reuni alumni kami berdua hadir di sana. Sudah 2 tahun lamanya.

Aku ingin menceritakan lengkapnya betapa berbunganya mataku saat melihat dia duduk di tengah taman depan sekolah. Dia masih tertawa sama seperti sebelumnya. Ketika aku dan dia bersama, aku rasa dia juga tertawa demikian. Lepas. Dan itu alasanku menjatuhkan hati padanya dulu. Seperkian detik saja bunga di mataku kemudian layu. Aku melihat wanita yang menjadi alasannya untuk meninggalkanku.

Saat reuni alumni OSIS berlangsung di depan siswa-siswa baru, aku diminta untuk menyampaikan sesuatu di depan mereka. Aku ingin terlihat hebat dan baik-baik saja tanpanya! Perasaan itu mungkin sangat dirasakan oleh microphone yang aku pegang erat. Jika ia bisa berbicara, kurasa ia akan menjerit sekuat tenaga. Untungnya sesi ketika aku berbicara selesai tanpa ada emosi bahwa aku merindukannya. Aku bisa terlihat kuat dan bersikap keren. Kurasa.

Entah kenapa acara kami berlangsung singkat. Kejamnya hati masih saja mengingat kenangan ketika bersamanya dengan kuat. Sebelum acara benar-benar berakhir, aku keluar ruangan lebih dulu dan berdiri di samping pintu keluar. Aku masih melihat tawanya, dan sekarang aku ingin melihat senyumnya. Untukku. Kenangan kami berjalan semakin cepat berlari dari hati ke kepalaku. Aku sudah tidak sanggup lagi jika begini. Kenangan ini sepertinya ingin pulang. Aku berikan saja izinnya agar aku bisa tenang.

Ketika semua alumni OSIS berjalan keluar untuk pulang, aku melihatnya ada di akhir barisan. Tanganku berhenti di depannya dan aku tersenyum. “Hati-hati di jalan ya, sampai nanti”

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

Desita H. Putri

"Karena berpendapat adalah hak semua manusia, mungkin karena itu pula bahasa tercipta"

Artikel Berkaitan

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin