Politik

Benarkah Ma’aruf Amin Tidak Layak Jadi Calon Wakil Presiden?

TandaPetik.Com – Semenjak deklarasi pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sebagai salah satu pasangan Presiden dan Wakil Presiden pada Kamis malam (9/8/2018) terus dilanjutkan dengan pendaftaran pasangan tersebut ke Komisi Pemilihan Umum pada keesokan harinya, bermunculan “perang” antara kedua kubu yang sudah mendaftarkan diri ke KPU, ya bisa dipastikan perang tersebut terjadi antara kubu pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno. Semoga saja perang ini tidak menyurutkan kawan-kawan dalam mendukung timnas U-16 Indonesia dipartai final berhadapan dengan Thailand.

Hal menarik ketika berselancar di dunia yang diciptakan Mark Zuckerberg, ya di Facebook mungkin beberapa dari anda akan menemukan salah satu screenshot sebuah status dengan gambar KH Ma’ruf Amin salah satunya seperti di akun Facebook Bany Hilas.

Dikatakan kalau beliau tidak layak menjadi wakil presiden karena melanggar konstitusi. Tertulis di akhir kalimatnya dengan tegas, “Pencalonan kh ma’ruf amin sebagai Cawapres jelas telah melanggar konstitusi.”.

Pendapat tersebut berdasar pada usia KH Ma’ruf Amin yang sudah berumur 75 tahun, lantas dikatakan telah melanggar batas usia pensiun. Pendapat tersebut memuat alasan kenapa KH Ma’ruf Amin dikatakan melanggar konstitusi ketika mencalonkan diri sebagai Wapres, dengan acuan “Pasal 87 ayat (1) huruf c UU ASN yakni, 58 tahun bagi pejabat administrasi, 60 tahun bagi pejabat pimpinan tinggi, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan bagi Pejabat Fungsional.”

Entah dari mana dasar pendapat itu dia layangkan, namun yang menjadi pertanyaan saya dan harapannya ada dari kawan-kawan Petiker’s yang bisa memberikan jawaban, apakah jabatan Wakil Presiden termasuk dalam lingkup Aparatur Sipil Negara sehingga harus diikat dengan UU ASN? Lantas apakah seorang ASN diperbolehkan untuk terjun ke dunia politik dengan mencalonkan diri menjadi Presiden atau Wakil Presiden, bahkan seorang Wakil Gubernur saja harus mengundurkan diri terlebih dahulu ketika mengajukan diri menjadi Cawapres?

Ketika menengok pada syarat-syarat Calon Presiden dan Wakil Presiden seperti yang tertuang dalam UU No 42 Pasal 5 tahun 2008 tidak ada membahas batas maksimal seseorang untuk mencalonkan diri menjadi Presiden dan Wakil Presiden.  Di dalam UU tersebut hanya ada pembatasan umur minimal, seperti tertera pada huruf O yang berbunyi “berusia sekurang-kurangnya 35 (tiga puluh lima) tahun.

Bahkan Mahfud MD yang pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013, sudah mengatakan kalau Jokowi sudah melakukan hal yang sesuai dengan hak dan mekanisme konstitusional dalam kicauan twitternya mengatakan “Yang sudah diputuskan oleh Pak Jokowi sudah sesuai dengan hak dan mekanisme konstitusional. Kita harus terima itu sebagai kesadaran konstitusional kita. Alangkah ngeri hidup bernegara kalau kita tak punya kesadaran berkonstitusi dan berhukum! Itu yang harus ditekankan untuk merawat NKRI”.

Hemmm, kalau batas umur yang jadi patokan, sepertinya Pak Prabowo juga tidak masuk syarat karena umur beliau sudah 66 tahun (lahir 17 Oktober 1951). Kalau UU ASN dijadikan sebagai pedoman batas seorang calon presiden dan wakil presiden untuk menjabat.  Apa perlu cari calon lain lagi yang sesuai dengan umur yang diinginkan? Duhhhhhh…..

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin