Games

Begini Ketika Penggemar Mobile Legends Vs AoV Berdebat, Siapa Juaranya?

TandaPetik.Com – Debat sengit Mobile Legends Vs Arena of Valor. Banyak cara untuk mengisi libur akhir pekan, salah satunya bermain game sepuas-puasnya. Tapi dalam artikel ini, saya tidak menceritakan tentang mereka yang mengkhususkan diri bermain game di hari libur, semacam mengisi waktu bersantai. Lebih dari itu, kisah ini tentang mereka yang selalu menyempatkan waktu bermain game setiap hari. Sebut saja, maniak. Siapa mereka itu? Bukan kamu, kamu atau kamu. Ini teman saya sendiri.

Menurut kamu, lebih hebat mana antara Mobile Legends (ML) dan Arena of Valor (AoV)? Tolong jawab dengan jujur disertai alasannya. Saya membutuhkan sebagai dasar analisa jika suatu saat nanti akan menulis lagi tentang game.

Sekilas, Mobile Legends tampak sangar. Paggilannya saja ML. Sebelum ada game ini, istilah ML justru terdengar tabu karena bermakna Making Love, permainan orang dewasa. Tapi bagaimana faktanya? Perdebatan yang dilakukan di sebuah grup WhatsApp menyebutkan, Mobile Legends hanyalah permainan anak kecil. Berbeda dengan AoV, justru game yang dipersembahkan untuk orang dewasa.

Tidak ada perdebatan awalnya, sampai akhirnya salah seorang penghuni grup memaki Mobile Legends. Munculah sang pembela game tersebut dan berlanjut menjadi perdebatan. Tantangan sekaligus upaya membuktikan mana yang terbaik terus bergulir lewat tampilan desain ketika game dibuka pertama kali. Saya sengaja tidak menyebutkan nama atau identitas demi menjaga privasi mereka.

“Antara AoV dan ML, bocahnya banyakan mana ya?” sebut salah seorang.

“Ya ML lah….AOV itu utk dewasa. Baru login aja udah disambut pakai bikini di pinggir pantai,” jawab penyuka AoV dengan mengirimkan gambar sebagai bukti.

Bikini AoV

“ML malah mainan anak2, robot yg tampil,” ujar seorang lagi tak mau kalah mengirimkan gambar.

Mobile Legend Football

Tak hanya sampai di situ, celetukan demi celetukan terus berlanjut. Namun kali ini datangnya dari anggota grup yang berusaha netral dan menyalahkan Bot.

“AOV ML udah pakai bot semua,” ujarnya, namun tidak mendapat tanggapan. Kubu Mobile Legends dan AoV melanjutkan perdebatannya.

“Apa daya jadi ML mainan yg tak dianggap di negeri sendiri.”

Komentar di atas langsung ditanggapi dengan sinis. “Gara-gara pemail ML hijrah ke AOV antaris jd banyak trolling… Kan koplak.. Mengharu biru.”

Tak terima ML dihina, pembelaan datang lagi. “Sebenarnya ML yg layak, kan HD grapicnya. Bukan AOV yg kayak video dari Japan aja.”

Sebenarnya banyak yang mereka bicarakan, termasuk menyinggung AoV yang masuk Asian Games. Tidak semua bisa saya tuliskan. Begitulah gambaran debat antar penggemar game Mobile Legends ketika bertemu penggemar AoV dalam sebuah grup WhatsApp.

Saya sendiri malas masuk ke perdebatan tersebut. Sudah lama games yang mereka perdebatkan saya hapus.Saya memilih untuk menikmati libur akhir pekan dengan cara yang lain. Contohnya, melihat perdebatan orang di grup. Itu juga menghibur kok. πŸ™‚

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

harie insani putra

Penulis kambuhan. Kadang menulis dengan jurus mabuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin