Bagi Suka Belanja, Mulai 1 Januari 2019 Banjarbaru Terapkan Pelarangan Kantong Plastik

  • Whatsapp

TandaPetik.Com – Peraturan Walikota Banjarbaru Nomor 66 tahun 2016 tentang pelarangan penggunaan kantong plastik di ritel, toko modern  dan minimarket baru berlaku terhitung 1 Januari 2019. Perwali yang sudah disahkan pada tahun 2016 ini tentu harusnya 2 tahun sudah berjalan. Memang, ada beberapa ritel, toko modern dan minimarket yang sudah memberlakukan perwali tersebut. Tapi ada juga yang masih menggunakan, sebab menurut beberapa pemilik usaha berlakunya terhitung awal tahun 2019.

Humas dan Protokol Setdako Banjarbaru melakukan sosialisasi perwali ini melalui banner yang disebarkan ke ritel, toko modern dan minimarket. Menurut Kabag Humas dan Protokol Setdako Banjarbaru, Ahmad Nizam Syarief, S.STP mengatakan, perwali memang sudah sejak 2016, awalnya perwali ini dilakukan uji coba, lalu di tahun 2019 diberlakukan.

Muat Lebih

“Kalau tidak diberlakukan dalam dua tahun, tentu perwali itu akan hangus,” ucapnya.

Meski berbeda, ada yang memberlakukan dan tidak. Menurutnya itu tidak menjadi masalah. Dia menyampaikan, keinginan Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani dengan adanya peraturan ini untuk mengurangi sampah-sampah yang tidak mudah terurai. “Plastik itu kan ratusan tahun baru terurai,” katanya.

Nizam juga menyampaikan, Walikota juga berharap agar masyarakat bisa membudayakan bakul dan tas purun. Sayangnya, menurut dia ada beberapa komentar netizen di media sosial yang katanya mempersulit. “Yah, mereka mungkin belum mengerti, kalau kita membudayakan bakul, tas purun bakal bisa dipakai terus-menerus,” sampainya.

-Ekonomi Bisa Makin Berkembang Di Banjarbaru-

Sejurus dengan peraturan ini, menurut Nizam ekonomi bisa berkembang melalui usaha-usaha kecil menengah seperti usaha tas purun, bakul atau tottebag.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru, Wartono menyikapi peraturan ini baru diberlakukan dikarenakan menurutnya dalam dua tahun masih dalam tahap sosialisasi.

“Kalau lama, ini ada ruang sosialisasi, tapi dalam jangka waktu pendek pun kalau gencar sosialisasinya, bisa diterapkan, dengan kurun waktu lama harusnya sudah sampai. Atau minimal toko modern ini sudah menyediakan. Dengan produk Banjarbaru sediri tidak masalah,” ucapnya.

Dia mewanti, kalau tahun 2019 itu tetap tidak diindahkan para pengusaha ritel, toko modern dan minimarket artinya perwali tersebut mandul.

“Kalau melarang harus ada solusinya, misal menggiatkan produk UMKM Banjarbaru seperti bakal purun, bisa dimasukkan di toko modern, tidak ada kantong maksud kita harus ada pengganti, masuk swalayan harganya berapa. Saya kira kalau paham, jangan kesannya perwali mandul juga, jangan setelah belanja banyak baru diberi tahu tidak ada plastik,” tambahnya.

Dia menghimbau kepada stakeholder UMKM  harus menyembatani juga untuk menyurati toko modern terkait solusi penggunaan selain kantong plastik. “Seperti berapa kapasitas desainnya seperti apa, ekonomi kerakyatan bisa hidup. Masyarakat jangan disusahkan juga,” pungkasnya.

Pos terkait