Cinta

Apakah Kamu Ciri-ciri Jomblo Bahagia? Begini cara Mengetahuinya

TandaPetik.Com – Malam minggu tiang pedidi/Menyingakin anak mepasangan/Disantun hati sing ngelah tunangan/Nangingtetep bahagia

Itu adalah potongan lirik bahasa Bali dari Yessy Diana dengan judul Jomblo Bahagia, yang artinya, kalau gak salah begini:

            Malam minggu aku sendiri/memikirkan orang yang punya pasangan/ meski pun gak punya pacar/tetapi tetap bahagia

            Terkait jomblo bahagia tersebut, tadi malam,ketika saya menanyakan:  Apa sih ciri-ciri jomblo bahagia itu? Salah seorang penulis Tandapetik.com, Desita, menjawab bahwa definisi bahagia menurut masing-masing jomblo itu berbeda, misalnya, ada jomblo yang bahagia setelah melihat mantan punya pacar baru.

Mendengar jawaban itu, saya—sebagai jomblo yang kurang berpengalaman, malah dibikin bingung sendiri  dibuatnya. Definisi saya terhadap jomblo bahagia apa, ya? Pertanyaan yang sangat tidak penting itulah yang kemudian membuat saya merenung sepanjang malam macam filsuf saja jadinya.

Dan, inillah hasil dari penelaahan tidak bermanfaat saya tentang definisi jomblo pura-pura bahagia tersebut.

 LIMA CIRI-CIRI JOMBLO BAHAGIA

  1. Menyayangi diri sendiri

Jomblo bahagia, menurut saya, memang sudah sepatutnya menyayangi diri sendiri, selain karena memang tidak punya pasangan untuk disayangi, juga karena tidak mau jatuh dalam kesengsaraan tiada arti, seperti pacaran yang ecek-ecek belaka. Kalau dilihat secara sekilas, jomblo tipe penyayang diri sendiri  ini memang agak egois, karena alasan dia gak mau pacaran adalah gak mau sakit hati gara-gara orang lain, dia lebih milih jadi jomblo ketimbang pacaran sama orang yang gak bener: Mending sayang sama diri sendiri daripada sayang sama orang yang gak tepat.

  1. Gak baper-baperan di sosmed

Jomblo bahagia tidak seperti makhluk-makhluk jomblo lainnya di muka bumi ini  yang setiap pagi sore update status kata-kata bijak—hasil bajak—dan sedih menyayat hati. Mereka seringkali ogah mengumbar status kejombloan karena mereka merasa itu tidak penting benar untuk diumbar. Gak semua yang ada di kehidupan kita harus dinyatakan ke dunia maya, bukan?

Dan jomblo, menurut mereka, bukan sesuatu yang genting dan membutuhkan pertolongan segera, mereka masa bodoh dengan hal tersebut: itulah yang membuat mereka ogah mengunggah status kejombloan mereka yang seolah mempromosikan kejombloandiri pada orang-orang.

  1. Punya standar yang tinggi dalam hal pasangan

Jomblo bahagia memang agak jual mahal dalam perkara mencari pasangan. Mereka gak mau pasangan yang biasa-biasa saja.Sedangkan jomblo tidak bahagia, yang seringkali mengumbar kepelikan asmara di sosial media, justru seringkali tidak punya standar atau kriteria tertentu dalam perkara cinta. Ya, yang penting mau ajalah. Sebodo amat mau cantik atau tidak, mau tinggi mau rendah, mau bini apa laki—atau bahkan banci. Terserah. Yang penting punya.

  1. Mandiri

Sudah barang tentu jomblo bahagia itu mandiri, mereka tidak peduli apakah ada teman atau gak. Mereka santai-santai wae. Dalam hidup atau karir juga begitu. Mereka tidak peduli apakah mereka cuma sendiri atau ada teman. Kalau mereka suka, ya, mereka lakukan. Nah, sedangkan jomblo tidak bahagia, mereka seringkali bilang gini: ogah, ah, jalan malam minggu, gak ada pasangan. Gitu. Jomblo bahagia, mah, gak peduli ada atau gak pasangan, kalau mau malam mingguan, ya malam mingguan aja.

  1. Tidak mengaku-ngaku jomblo bahagia

Ini merupakan hal biasa yang terjadi di Indonesia. Biasanya, Akang-akang jual madu yang koar-koar ngaku madu asli malah bukan madu sungguhan. Sistem pemasaran dengan membodohi konsumen semacam itu juga terjadi dalam dunia perjombloan. Mereka yang biasanya di status-status ngaku: gue jomblo, dan gue bahagia! Justru patut dipertanyakan status kejombloannya. Emang bener situ jomblo bahagia? Kok promosi banget!?

Well, pada akhirnya, di atas semua yang lima tersebut, ada ideologi yang mengakar di otak para jamaah kaum jomblo bahagia, bahwa: jomblo itu bukan sebuah takdir hidup yang nista, status yang acap kali dipandang sebelah mata oleh orang-orang itu adalah sebuah pilihan, sebuah pencapaian yang punya derajat tinggi. Allah akbar!

Nah, itu tadi lima ciri-ciri jomblo bahagia menurut saya. Apakah pendapat ini salah atau benar sudah barang tentu bukan hak saya untuk mengaku-ngaku. Jomblo bahagia, mengulang apa yang dikatakan Desita kepada saya, punya cirinya masing-masing pada setiap individu.

Tapi, bagaimana pun ciri-cirinya, pertanyaan semacam ini tetaplah akan keluar jua:

Apakah saya jomblo bahagia?

Apakah kamu jomblo bahagia?

Apakah kita jomblo bahagia?

Yah, kalau enggak, sih, ayuk dah kita tukeran nomor whatsapp aja. Saya ini jomblo bahagia loh. Lagian, gak penting kamu bini apa laki—atau bahkan banci. Terserah, yang penting punya.

Loh, kok….

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin