Andin Hadir Di Tengah Haul Sultan Sulaiman Rahmatullah, Begini Sambutan Para Tokoh Ulama

  • Whatsapp
Andin saat berbincang dengan Haji Muhammad Husin Mugeni.
Andin saat berbincang dengan Haji Muhammad Husin Mugeni.

KARANGINTAN, tandapetik.com – Momentum Haul Sultan Sulaiman Rahmatullah di Desa Lihung, Kecamatan Karang Intan, pada Jumat, (2/11/2019) tadi, menjadi momentum yang sangat berharga bagi DR. Andin Sofyanoor, SH.MH.

Pasalnya, Sultan Sulaiman Rahmatullah merupakan nenek moyang atau datuk dari Andin Sofyanoor. Dalam kesempatan yang sama, Andin dapat bersilaturrahmi dengan pada dzuriat yang lain maupun para tokoh ulama setempat.

Muat Lebih

Kehadiran Andin Sofyanoor di tengah undangan mendapat perhatian para undangan yang berasal dari kalangan ulama. Di sana Andin juga menceritakan silsilah keterkaitan datuknya dengan Sultan Sulaiman Rahmatullah, terutama saat berbincang dengan dzuriat Datuk Kelampayan yang turut hadir, Haji Muhammad bin Husin bin Ali atau Ketua Yayasan Ponpes Darussalam Martapura.

Usai acara haul, Andin cukup lama berbincang-bincang dengan Haji Muhammad bin Husin bin Ali serta para tokoh ulama lainnya. Dari perbincangan tersebut juga mengemuka seputaran rencana Andin Sofyanoor yang berniat akan mengikuti kontestasi Pilkada Banjar pada 2020 mendatang. Andin hanya meminta doa dan restu atas niatnya tersebut, semoga diberikan kemudahan oleh Allah Swt. Selain itu, agar niatnya maju sebagai salah satu calon untuk tujuan ibadah senantiasa istiqomah dan terpelihara dengan lurus.

Hasil pantauan tandapetik.com, haul Sultan Sulaiman Rahmatullah yang juga ayahanda Sultan Adam Al Watsiq Billah, Jumat (2/11/2019) malam di Desa Lihung Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, dibanjiri ratusan jamaah yang datang dari berbagai pelosok di Kabupaten Banjar dan sekitarnya.

Haulan dari Sultan Banjar yang alim ini, tampak dihadiri pula Habib Fathur Bahasyim, buyut dari Habib Hamid Bahasyim (Habib Basirih) itu sendiri masih ada hubungan kekerabatan dengan Kesultanan Banjar dan ikatan keluarga bagi Sultan Sulaiman Rahmatullah.

Selain itu, di sekeliling kubah turut hadir para habaib lainnya dan alim ulama maupun tokoh masyarakat serta para jamaah. Kemudian, Andin Sofyanoor yang masih memiliki hubungan juriat dengan Sultan Sulaiman Rahmatilllah dan pagustian Banjar, menyempatkan waktu berada di tengah mereka untuk menghadiri haul dari Sultan Banjar memerintah sejak 1801 sampai 1825 di Kesultanan Banjar dengan pusat pemerintahan di Karang Intan.

Posisi Sultan Banjar pada tahun 1801 Masehi dipegang Sultan Sulaiman setelah wafatnya Sultan Tahmidillah II, orang tua dari Sultan Sulaiman. Tahun 1825 Masehi, Sultan Sulaiman mengundurkan diri sebagai sultan dan digantikan puteranya, Sultan Adam.

Andin Sofyanoor mengungkapkan, dahulunya haul Sultan Sulaiman sangat sedikit jamaah memperingatinya. “Bisa dhitung dengan jari, hanya sekitar 5 sampai 10 orang,” katanya.

Seiring perjalanan waktu dan semakin banyak yang tahu, maka setiap tahun terus bertambah hingga sekarang sudah beratus-ratus orang menghadiri haulan sultan alim, bergelar Panembahan Sepuh ini. “Saya yakin jumlah jamaah itu terus semakin membesar dan membeludak dalam setiap tahunnya,” kata Andin Sofyanoor. (dya/sir)

Pos terkait