Esai

Anak Rantau Beginner vs Professional di Bulan Ramadhan

TandaPetik.Com – Bersyukurlah bagi anda yang bisa menikmati indahnya bulan Ramadhan bersama keluarga di rumah, pastinya bisa sahur dan berbuka bersama keluarga tercinta. Namun apa kabar dengan yang menjalani bulan Ramadhan di tanah rantau? Pasti jawabannya sahur dan berbuka terasa “hambar” walau sudah berbuka menggunakan yang manis. Hambarnya rasa tersebut karena jauh dari keluarga.

Beragam cerita bisa ditemukan bagi yang melaksanakan ibadah bulan Ramadhan di tanah orang. Cerita yang terkadang membawa rasa suka dan duka, rasa yang bercampur aduk bak gado-gado.

Anak rantau seperti mahasiswa (i) yang sedang menuntut ilmu jauh dari keluarga pastinya akan merindukan indahnya Ramadhan bersama keluarga. Apalagi bagi mereka yang baru saja jauh dari keluarga (jauh di sini dihitung menggunakan jarak ya, jangan menggunakan ikatan keluarga), pasti akan merasakan sekali bagaimana perbedaan saat melaksanakan ibadah Ramadhan sendiri dibanding ketika berkumpul keluarga.

Anak Rantau “Beginner”

Bagi anak rantau “Beginner” tentunya akan terasa sangat sulit menghadapi. Bagaimana tidak, yang biasanya buka mata langsung ada makanan di hadapan ketika sahur, tiba-tiba berubah, sahur harus nyalakan kompor untuk masak air panas dan goreng telur (karena nasi udah ada magic jar, walau udah dari dua hari yang lalu), masih untung kalau toa mushalla dekat kos belum keluar suara “Sahur Sahur Sahur, jam menunjukkan 4.30, 20 menit lagi imsak”, kalau sampai ada seperti itu, mungkin bakalan rasa ingin nangis dan bahkan sampai ingat ibu di rumah yang sudah menyiapkan makan.

Anak Rantau “Professional”

Beda dengan anak rantau yang sudah “professional”, sahur bukanlah hal yang sulit lagi dilakukan, karena dia sudah hapal dimana saja tempat yang menyediakan santap sahur (yang sesuai isi kantong). Beda sekali dengan beginner, yang belum tahu selok belok lingkungan sekitar, yang membuat dirinya berpikir untuk masak sendiri karena takut isi kantong tidak sampai waktu yang ditentukan, sampai menerima suntikan dana dari kampung halaman.

Saat berbuka puasa juga terjadi perbedaan antara anak rantau beginner vs professional di bulan ramadhan. Anak rantau beginner ketika berbuka masih berpikir seperti ketika sahur, harus masak ini itu. Mau ikutan buka di mesjid atau mushalla masih rada malu-malu dan belum punya teman yang bisa diajak untuk ikutan berbuka di mesjid atau mushalla (kebetulan teman-temannya juga masih beginner).

Saat seperti itu pasti akan teringat menu-menu berbuka di rumah seperti wadai sarimuka lakatan, bingka kentang, amparan tatak, kolak pisang pakai piring besar (kalau jauh cuma bisa nikmati kolak segelas plastik seharga 5 ribu yang belum bikin puas). Ketika mau makan, melihat di hadapan sepiring nasi (yang sudah 2 hari di magic jar), ditambah telur ceplok setengah gosong (niat hati setengah matang), dan mie “favorit Indonesia” yang habis direndam pakai air panas, akan membuat teringat dengan menu makanan rumah seperti Haruan Masak habang, Patin Bepais, Ayam Panggang, Iwak Papuyu Campur Mie Cap Gelatik dan lain-lain, dengan nasi mengepul baru dimasak menggunakan api tungku yang harum nasinya bisa sampai ke tetangga. SUNGGUH MALANG NASIBMU ANAK RANTAU BEGINNER.

Beda hal dengan anak rantau professional, mereka sudah lihai dalam taktik dan strategi ketika bulan Ramadhan (bahkan sebelum ramadhan sudah mengatur target masjid dan mushalla tempat berbuka), maksudnya sudah hapal selok belok dimana saja masjid dan mushalla yang menyediakan acara berbuka puasa. Bahkan sampai tahu menu-menu setiap mushalla atau masjid, bahkan sampai porsinya. Bagi mereka, berbuka bukan hal yang harus terlalu dipikirkan. Toh kalau tidak berbuka di masjid atau mushalla, mereka juga bisa mencari warung-warung yang menyediakan menu berbuka yang murah meriah tanpa merusak rasa nikmat berbuka dan pastinya tidak mengguncang isi dompet sampai tiba pesan “Nak Bapak baru transfer, cek segera”.

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

Artikel Berkaitan

6 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin