Alasan BEM Se-Indonesia Tolak Undangan Jokowi ke Istana Negara

  • Whatsapp
ilustrasi unjuk rasa
Ilustrasi unjuk rasa

tandapetik.comAliansi BEM Indonesia tolak undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir ke istana negara bukan tanpa alasan. Melalui keterangan tertulis, Aliansi BEM Indonesia menyebut bukan pertemuan bersama Jokowi yang diinginkan. Mereka hanya ingin agar tujuh tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa di DPR pada (24-9-2019) segera dikabulkan.

Hal itu disampaikan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Indonesia pada Jumat (27-9-2019). Undangan Jokowi dilayangkan Kamis (26-9-2019).

“Sehingga sejatinya yang dibutuhkan bukanlah sebuah pertemuan yang penuh negosiasi, melainkan sikap tegas Presiden terhadap tuntutan mahasiswa. Secara sederhana, tuntutan kami tak pernah tertuju pada pertemuan, melainkan tujuan kami adalah Bapak Presiden memenuhi tuntutan,” demikian ucap Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia, M Nurdiansyah dalam ‎keterangan tertulisnya.

Syarat Pertemuan

Dalam menyikapi ajakan pertemuan dengan Jokowi, Aliansi BEM Seluruh Indonesia hanya bersedia bertemu apabila:

  1. Dilaksanakan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh publik melalui kanal televisi nasional.
  2. Presiden menyikapi berbagai tuntutan mahasiswa yang tercantum di dalam ‘Maklumat Tuntaskan Reformasi’ secara tegas dan tuntas. Pertemuan tersebut harus menjamin bahwa nantinya akan ada kebijakan yang kongkret demi terwujudnya tatanan masyarakat yang lebih baik.

Kekecewaan Pada Jokowi

Selain itu, Aliansi BEM Indonesia juga menyatakan kekecewaannya pada Jokowi lantaran tidak bisa menangani demo dengan cara humanis dan tidak represif. Mereka pun menyayangkan sikap represif yang dilakukan aparat keamanan pada massa demo.

“Presiden Jokowi seharusnya bisa menangani setiap aksi demonstrasi sebagai bagian aspirasi publik dengan cara persuasif, humanis, dan tidak represif,” ungkap Nurdiansyah.

Oleh sebab itu, kata mahasiswa, Presiden Jokowi harus ambil bagian dalam mengusut, menindak, dan memberikan sanksi kepada aparat yang telah ikut melakukan tindak kekerasan kepada massa aksi.

Pos terkait