30 September Demo Besar-besaran, Mahasiswa Peringatkan Kapolri

  • Whatsapp
30 September Demo Besar-besaran, Mahasiswa Peringatkan Kapolri

JAKARTA, tandapetik.com – Mahasiswa bakal demo besar-besaran 30 September 2019. Aksi demonstrasi itu merupakan lanjutan dari demo sebelumnya. Mereka ingin memastikan apakah tuntutan sudah dikabulkan atau tidak.

Melalui rilis tertulis, Wakil Presiden Dema UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Riski Ari Wibowo mengkritisi tindakan represif yang dilakukan polisi tidak sesuai dengan prosedur tetap pedoman pengendalian massa (Protap Dalmas).

Muat Lebih

“Dalam Peraturan Kaporli Nomor 16/2006 Protap Dalmas tidak mengenal ada kondisi khusus yang bisa dijadikan dasar aparat polisi melakukan tindakan represif,” tulisnya, Sabtu (28-9-2019).

“Protap juga sangat jelas melarang satuan dalmas melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai prosedur. Bahkan hal rinci, seperti mengucapkan kata kotor atau memaki pengunjuk rasa,” tambahnya.

Dijelaskan, aparat kepolisian juga mempunyai kewajiban menghormati HAM setiap pengunjuk rasa.

“Jadi pada prinsipnya aparat yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi tidak memiliki kewenangan untuk memukul demonstran dengan landasan UU 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum,” katanya.

Selain itu, Riski Ari Wibowo juga menyinggung meninggalnya Yusuf dan Rendy (mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari), serta luka berat yang dialami Faisal Amir (mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta) jelas sangat melukai perjuangan reformasi yang telah dibangun 22 tahun lalu.

Dia mendesak kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengintruksikan jajarannya agar tidak mengulangi tindakan represif kepada peserta unjuk rasa pada Senin 30 September 2019 pekan depan.

“Kami mendesak kepada Kaporli untuk mengintruksikan jajarannya agar tidak mengulangi lagi tindakan represif aparat kepolisian dalam mengawal unjuk rasa, agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan,” tutup Riski Ari Wibowo.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut polisi bertanggung jawab atas penembakan mahasiswa Kendari yang menyebebkan dua mahasiswa meninggal.

Pos terkait