WHO Akhiri KLB Polio di Papua

  • Whatsapp

Pada maret 2020, Komite Kegawatdaruratan di bawah International Health Regulations memutuskan Indonesia tidak lagi sebagai negara terjangkit meskipun tetap rentan terinfeksi kembali oleh virus polio.

JAKARTA, tandapetik.com- Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakhiri Kejadian Luar Biasa (KLB) polio di Provinsi Papua. Hal ini diungkapkan oleh Regional Director WHO Poonam Khetrapal Singh kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Oscar Primadi melalui surat nomor P7/48/48 pada 26 Mei 2020 tentang Penghentian Outbreak Polio di Papua

Poonam Khetrapal Singh memutuskan untuk mengakhiri KLB polio tersebut berdasarkan penilaian yang dikoordinasikan oleh WHO pada April 2020. Polio di Papua diakibatkan oleh Vaccine-Derived Poliovirus Type 1 cVDPV1 (circulated Vaccine Derived Polio Virus type 1) yang terdeteksi pada 2019.

“Saya mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dan semua jajaran tenaga kesehatan garda depan yang berkontribusi dalam kesuksesan ini di bawah kepemimpinan Anda (Menkes Terawan),” kata Poonam seperti dilansir laman Kemenkes, Selasa (16/6).

Pada maret 2020, Komite Kegawatdaruratan di bawah International Health Regulations memutuskan Indonesia tidak lagi sebagai negara yang terjangkit meskipun tetap rentan akan terinfeksi kembali oleh virus polio atau cVDPV1.

“Saya lebih menyoroti bahwa ini merupakan tantangan untuk Indonesia dalam memelihara ketahanan imunitas masyarakat terhadap polio di semua provinsi dengan memberikan dukungan vaksin polio lewat mulut (OPV) serta dengan vaksin polio inactivated (IPV) melalui sistem imunisasi,” ujar Poonam.

Ia menilai hal tersebut perlu dilakukan mengingat Indonesia berisiko tinggi terhadap impor virus polio tipe 1 maupun tipe 2 dari Malaysia dan Filipina. Poonam juga menekankan pentingnya standar kualitas surveilans untuk deteksi dini virus polio sebagai langkah kesiapan dalam menghadapi impor virus di Indonesia.

“Tim saya di Indonesia bersedia membantu dalam upaya penanggulangan risiko polio di Indonesia dan menjaga Indonesia bebas polio,” ucapnya.

Sekjen Kemenkes Oscar Primadi mengapresiasi upaya sekaligus kesediaan WHO dalam membantu mengakhiri outbreak polio di Papua. Ia mengatakan,  Kemenkes akan terus berupaya meningkatkan imunitas masyarakat dari penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi terutama polio di Papua.

“Meningkatkan imunitas masyarakat Indonesia melalui imunisasi terus kami upayakan. Kami juga akan melakukan upaya pencegahan terhadap impor virus polio, jangan sampai terjadi di Indonesia,” kata Oscar.

Sebelumnya Kemenkes telah menyampaikan laporan kepada Kantor WHO Indonesia mengenai KLB cVDPV1di Kabupaten Yakuhimo Provinsi Papua dengan satu kasus yang dimulai tanggal 27 November 2018 dan dengan indikasi transmisi pada dua orang anak sehat.

Sebagai respon terhadap laporan KLB cVDPV1, beberapa negara telah mengeluarkan travel advisory kepada masing-masing warga negaranya untuk melengkapi vaksinasi polio sekiranya akan berkunjung ke Indonesia.

Pemerintah Indonesia sudah mengambil langkah-langkah strategis penanganan KLB Polio, antara lain melalu langkah Kemenkes  berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk penanganan KLB Polio. Tim investigasi telah dikirimkan ke lokasi untuk melakukan investigasi epidemiologi. Selain itu, pelaksanaan segera Outbreak Response Immunization (ORI) untuk kelompok usia rentan di wilayah terkena KLB Polio. (rva)

Pos terkait