Ulasan

Workshop Penulisan Feature Di Dispersip, Bisa Jadi Ajang Provokasi

TandaPetik.Com – “Agama ada karena menulis!”
Itu adalah salah satu kalimat pembuka Budi (Dayak) Kurniawan ketika akan memulai workshop menulis feature di aula Dinas Perpustakaan dan kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (12/6/2018).

Menulis, kata beliau lebih lanjut, merupakan peng-abadian suatu sejarah agar tidak terlupakan.
“Bagaimana jika Alqur’an tidak pernah dituliskan? Bagaimana jika Bible tak pernah tercatat dalam satu lembar pun kertas di dunia ini? Apa yang terjadi?”

Workshop berlangsung cukup meriah, kebanyakan audiens merupakan mahasiswa—dari yang asli Banjarmasin sampai dari Barabai sekali pun datang untuk mendapatkan kepenulisan feature tersebut. Hal ini tentu saja sesuai dengan harapan Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Dispersip Kalimantan Selatan Hj Nurliani Dardie yang diwakili Kepala Seksi Pelayanan dan Kerjasama Dispersip Provinsi Kalsel, Hj Erma mengatakan bahwa acara workshop ini ditujukan untuk generasi muda agar gemar menulis.

Dalam acara itu, Budi Kurniawan atau akrab disapa sebagai Budi Dayak menyampaikan hal-hal yang kiranya bersangkutan dengan dunia kepenulisan, di antaranya;

  • Tantangan menulis di zaman Now
  • Antara jurnalistik dan Sastra
  • Nilai-nilai berita
  • Sumber Ide
  • Eksekusi Ide

Dan, di ujung semua itu, tentu saja Budi Dayak membahas tema utama dalam workshop ini, FEATURE.

Feature merupakan berita yang ditulis dengan gaya tutur seperti novel—mengandung deskripsi dan mengandalkan alur cerita yang baik serta mudah dicerna, jenis tulisan ini seperti melukiskan kehidupan lewat kata-kata. Feature juga mampu menggugah perasaan orang, sehingga apabila membacanya, maka orang-orang akan terinspirasi akan tulisan itu.

Budi Dayak juga menambahkan bahwa, kendati feature adalah penulisan berita dengan gaya semacam itu, namun tetap saja penulis tidak boleh menuliskan kalimat demi kalimatnya dengan bersayap-sayap. Feature, tetap saja merupakan sarana pemberitaan yang sarat akan informasi untuk pembaca, maka dengan itu jangan dilupakan juga kaidah-kaidah penulisan jurnalistik. Feature juga tidak selalu tentang peristiwa berdarah atau penderitaan semata, sebab gaya penulisan ini bisa saja digunakan pada sesuatu yang lain seperti menulis tokoh dan lainnya.

Selain tentang pengertian apa itu feature, beliau juga menjelaskan banyak hal tentang feature ini kepada peserta workshop: dari mulai tekhnik dasar, akurasi, mengumpulkan informasi, membangkitkan selera melalui lead (kalimat pembuka) dan bagaimana penutup tulisan yang bagus.

Di sesi tanya jawab, seorang mahasiswa dari Banjarbaru menanyakan tentang apakah feature ini hanya bisa dipakai untuk tokoh atau manusia saja, atau justru bisa digunakan pada hal lain, misalnya tempat?

“Bisa, tentu saja,” kata Budi Kurniawan. “Hanya saja, untuk penulis pemula, menulis tentang tokoh atau manusia cendrung lebih mudah dibandingkan dengan tempat. Dan, terkait menuliskan tempat, hal pertama yang harus dilakukan tentu saja mengenali tempat tersebut. Penulis harus terjun ke lapangan secara langsung, menanyakan pada orang-orang terdekat atau bahkan kepada budayawan sekali pun.”

Di akhir workshop, Bang Budi Dayak berharap acara itu menjadi semacam provokasi pada orang-orang yang hadir di sana untuk lebih giat dalam berkarya agar sejarah tercatat dalam bentuk tulisan dan bukan sekadar kisah semata.
Well, tulisan ini hanya sekadar catatan penulis saat mengikuti acara tersebut dan tentu saja tulisan ini bukan contoh yang benar dalam penulisan feature, namun setidaknya diriku pernah berjuang meski tak pernah ternilai di matamu.

Selain menulis tentang feature ini, nanti akan ada workshop naskah cerita yang diadakan oleh Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan. Kali ini, Dispersip menggandeng Aliansyah Jumbawa sebagai Narasumber. Tertarik. Tunggu informasinya ya.

Tags

Rafii Syihab

Mahasiswa biasa yang punya cita-cita jadi manusia.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin