Responsive Ad Area

Share This Post

Traveling

Wisata di Banjarbaru Berani Bermain Api

Wisata di Banjarbaru

TandaPetik.Com – Banyak pilihan Wisata di Banjarbaru untuk dijadikan tempat rekreasi bagi keluarga. Namun, siapa sangka, ada saja tempat wisata yang berani bermain api. Tentunya tidak dalam arti sebenarnya.

Tulisan ini, tentu tidak akan menurunkan jumlah pengunjung wisata di Banjarbaru. Emangnya saya siapa? Namun, saya mencoba melihat wisata Banjarbaru dalam sisi (bukan nama orang) berbeda.

Pemerintah atau pengelola wisata yang ada di Banjarbaru tentu, tidak ingin sekali dua saja orang datang ke wisata tersebut. Pastinya ingin berulang-ulang. Seperti cintaku padamu. Cie.

Pilihan wisata Banjarbaru sebenarnya banyak, cukup ketikan keyword di Google ‘wisata di Banjarbaru’ tentu kalian bisa menemukan bermacam-macam. Dari Danau-danau hingga taman-taman. Bahkan masjid pun jadi wisata juga.

Sisi berbeda memang perlu ditonjolkan dalam pengelolaan wisata. Jangan cuma hanya meniru dan mencontoh. Seperti kata Penulis Skenario Jepang, Nakamura Kou.

Keahlian terbesar anak sekolah dasar adalah meniru, bukan mencetuskan ide

Korelasi antar wisata dan meniru memang seringkali dipakai. Tidak ada yang salah sebenarnya. Tapi, apakah kalian mau datang ke suatu tempat tapi tempat itu hampir mirip dengan wisata daerah lain yang pernah dikunjungi. Pasti, kalian perlu sesuatu yang unik dan beda kan.

Tidak semua wisata Banjarbaru yang hanya meniru. Ada juga kok yang bagus dan itu tidak ditemukan ditempat lain. Pasti kalian mudah menebaknya, kalau menebak perasaan si dia sulit lah.

Kenapa saya berani sekali menuliskan judul Wisata di Banjarbaru berani bermain api?

Dari jabaran diatas tentu kalian paham, kalau kalian belum paham cobalah minum segelas kopi dulu.

Bermain api disini, dalam artian wisata Banjarbaru tidak hanya memberikan pilihan yang banyak untuk para wisatawan. Tetapi harus menjaga kaidah keinginan wisatawan. Seperti tidak adanya pembohongan publik.

Pernah saya lihat di status media  sosial. Wisatawan itu menuliskan status dengan kata kurang etis. Karena dia merasa foto wisata tersebut sangat bagus. Lalu, dia mencoba mengunjunginya. Namun, nyatanya bertepuk sebelah tangan. Kedua belah matanya seakan-akan tidak percaya. Ibarat wanita memajang foto di Profile medsosnya tapi menggunakan aplikasi editing foto. Setelah dilihat realitanya tidak sesuai. Diluar ekspektasi.

Mengenai kasus diatas, para wisatawan juga harus mengerti bila pemerintah dan pengelola masih belum sanggup memenuhi nafsumu. Tidak semena-mena dan menceka-mencak di media sosial karena ditipu foto yang bagus. Itu kategori manusia lemah.

Promo demi promo untuk wisata di Banjarbaru sudah maksimal. Tidak sedikit menggelontorkan dana untuk itu. Kalian pembaca artikel ini tentu mengerti. Jerih payah pemerintah dan pengelola seperti jerih payahnya dirimu memperjuangkan cintamu padanya.

Share This Post

Saya adalah penggemar segala hal. Satu hal yang tidak saya gemari, berpikir!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lewat ke baris perkakas