Tips dan Trik

Tips Sajikan Makanan Pendamping ASI Biar Mommy Tidak Stres!

TandaPetik.Com – Saat usia bayi 0-6 bulan sudah lulus asi eksklusif harus diberikan MP-ASI (Makanan Pendamping ASI). Menurut WHO (Word Health Organization) dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) pemberian mpasi harus diberikan pada waktu yang tepat yakni saat anak berusia 6 bulan, sebab saat itu organ pencernaan bayi sudah benar-benar siap untuk menerima makanan padat.

Akan tetapi kekhawatiran acapkali dirasa para mommy, terutama tentang segala hal yang harus dipersiapkan. Banyak mommy yang kurang persiapan untuk menghadapi mpasi ini, hingga pada akhirnya merasa stres dan terepotkan dalam hal memberi makan kepada bayi.

Meski begitu memberi makanan padat kepada bayi adalah hal yang WAJIB, sebab saat usia bayi beranjak 6 bulan ASI akan mulai mengalami penurunan kandungan nutrisi, oleh sebab itu mpasi diharapkan mampu mengganti nutrisi yang mulai berkurang di ASI, dan pengetahuan orang tua sangat penting dalam hal ini sebab jika diberikan dalam waktu, jumlah dan komposisi yang tidak tepat bisa saja menyebabkan bayimu mengalami malnutrisi yang berdampak pada tumbuh-kembangnya.

Makan harusnya menjadi ritual yang menyenangkan bagi anak, akan tetapi seringkali menjadi hal yang membosankan hingga akhirnya anak mengalami trauma sendok karena harus dipaksa makan, dan melakukan gerakan tutup mulut untuk menolak makanan, hal ini akan menjadi masalah, dan membuat mommy stres. Berikut hal yang harus mommy tahu tentang MPASI;

1.       Perlengkapan MPASI, perlengkapan mpasi hendaknya berbeda dengan perlengkapan memasak yang biasa dipakai di rumah, sebab bisa saja bakteri berpindah jika mommy menggunakan talenan untuk memotong daging dan kemudian digunakan kembali untuk memotong sayur untuk bayi mommy, kemudian  wajan yang pernah digunakan mommy untuk memasak bumbu yang pedas bisa saja masih menempel dan akan ada rasa pedas di makanan bayi, hal ini cukup berbahaya.

2.       Tekstur dan frekuensi, saat memulai makanan padat mulailah dengan makanan yang lumat dengan konsistensi halus atau saring yang kemudian dikentalkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan makan anak. Dari bubur saring bisa dinaikan menjadi bubur kasar(tidak disaring), finger food, makanan lunak dengan lauk dicincang hingga terakhir makanan keluarga.  Kemudian pemberian makanan diawal mpasi bisa diberikan 1 hingga 2 kali dalam satu hari kemudian bertahap hingga 3 kali sehari diikuti dengan makanan selingan 1 hingga 2 kali sehari.

3.       Jumlah dan keragaman, memberikan makan kepada bayi tentu berbeda dengan jumlah makanan yang diberikan kepada orang dewasa. Pada saat awal-awal mpasi jumlah yang diberikan cukup 1 hingga 2 sendok makan saja kemudian bertahap menjadi  satu mangkok bayi saat berusia 12 bulan. Selain itu keberagaman makanan juga sangat perlu, sebab setiap bahan makanan memiliki kadar gizi yang sangat beragam, dan tidak ada satu jenis bahan makan yang sanggup memenuhi gizi yang dibutuhkan oleh anak, oleh sebab itu saat anak memulai mpasi hendaknya diberikan menu tunggal selama 14 hari utnuk mengetahui reaksi alergi dan respon anak. Setelah lulus menu tunggal saatnya anak mendapatkan menu makan 4bintang meliputi: karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan buah. Selain untuk memenuhi gizi mpasi dengan komposisi yang beragam juga akan membuat bayi tidak bosan dengan makanan yang itu saja dan dapat mencegah anak menjadi picky eater.

4.       Kebersihan, kebersihan harus diperhatikan ketika akan memberikan makan kepada bayi. Pastikan makanan yang diberikan sebelum dimasak dicuci terlebih dahulu, alat makan dan tangan juga harus dijaga kebersihannya.

5.       Kegiatan makan yang menyenangkan, saat pemberian mpasi suasana harusnya sangat menyenangkan, dan tidak ada paksaan. Hindari memberikan mpasi sambil digendong sebab tubuh bayi tidak duduk tegak dan bisa membuat bayi tersedak. Memberikan mpasi sambil bermain dan menonton tv juga akan membuat anak tidak menyadari bahwa makan adalah rutinitas menyenangkan.

Bagaimana? Ribet? Semoga setelah mommy membaca ini, rutinitas menyiapkan dan memberi makan kepada anak tidak membuat stres ya!

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin