OtomotifTips dan Trik

Tips Agar Mobil Tidak Cepat Kubas

TandaPetik.com –  Tentu kalian senang jika mempunyai pasangan yang cantik, penampilannya tidak malu-maluin, pandai dandan, dan warna kulitnya tidak memudar. Lho kok rasis, ngomongin warna kulit?

Kulit maksudnya cat yang menempel di body cintamu (mobil). Hal ini jarang sekali diperhatikan para pemilik mobil. Saya juga sering begitu, kadang lelah sudah pakai obat ini obat itu untuk mengembalikan warna mobil ke warna semula sejak keluar dari pabrik, pasalnya, warna mobil yang saya pakai terbilang rumit untuk dirawat: Abu-abu metallic.

Tapi tidak hanya urusan kulit saja, kita sebagai pengguna juga mesti memerhatikan hal-hal kecil, detail-detail eksterior, sampai elemen-elemen berbahan rubber yang sering didapati pada bagian interior mobil. Jangan cemas, tips ini mudah-mudahan bisa menjadi peringatan petiker’s atau bahkan untuk mencintai, sayang dan peduli, dengan pasangannya (mobil).

Tips Mobil agar Tidak Cepat Kubas

  1. Hindari Parkir Tak Beratap

Parkir di tempat tak beratap dalam jangka waktu lama bisa menjadi problem baru jika rutin dilakukan. Apalagi di pinggir jalan. Sudah sepantasnya kebiasaan ini dikurangi. Memarkir di tempat terbuka yang bebas diterpa angin dari sana-sini bisa membuat doi sakit. Apalagi setelah kehujanan lalu kepanasa, tidak hanya warna kulit yang memudar, tapi juga elemen lainnya keropos. Jadi, usahakanlah memarkir dalam garasi, atau gedung beratap, agar temperatur udara di balik kap mobil stabil dan menyehatkan.

Upaya ini mecegah temperature perubahan suhu udara yang drastic ketika cuaca mendadak rendah atau tinggi. Menurut sebagian peneliti, memarkir mobil bawah lindungan atap mampu mejaga viskositas oli bekerja optimal saat mesin dinyalakan. Nah, dengan demikian, mesin bisa berputar secara lembut sekaligus memperpanjang usia si doi.

  1. Beri Perlindungan

Perlindungan dalam konteks ini mungkin lebih kepada penempatan agar terhindar dari hujan ekstrim, lumpur, debu, hingga terpaan sinar UV langsung ke kulit. Ini berbahaya, petik’ers. Hal terburuk dari terpaan panasnya cahaya matahari tidak hanya membuat cat memudar, tetapi bisa membuat karatan. Gak mau dong cintamu karatan.

Sifat dari cat mobil sama halnya dengan kulit di tubuh kita. Jika berkesinambungan terpapar sinar UNV matahari, maka akan rusan dan besi-besinya bisa teroksidasi.

  1. Bersihkan Komponen Berbahan Karet

Tidak hanya komponen besi saja, komponen karet bisa terkena dampak langsung jika memarkirnya di tempat yang tak beratap. Komponen tersebut bisa karet wiper, pipa, dan elemen karet berbahan lain aus jika terus menerus terpapar cuaca buruk.

Bagian interior mobil juga tidak bisa disepelekan. Interior mobil seperti dasbor atau jok juga bisa memudar. Bahkan paling parah bisa membuat membran di dalam sistem hiburan mobil retak.

  1. Perhatikan Penggunaan AC

Sebagai pengguna, tentu tidak serta merta menyalakan AC pada level tertinggi. Bahkan yang berkaca film mahal sekalipun, mesti tau diri untuk menjaga suhu di dalam kabin. AC bisa berfungsi jika suhu luar mobil stabil. Sebaliknya, jika mobil sering diparkir ditempat terbuka maka suhu di dalam kabin dipastikan akan mengikuti udara di luar. Ketika mobil dinyalakan, sudah dipastikan AC mobil akan bekerja lebih keras untuk menyesuaikan dengan temperature. Penggunaan AC pada level tinggi juga berfek pada konsumsi bahan bakar.

  1. Pedulikan Keamanan

Mengapa jangan sering memariki di tempat terbuka semisal di luar rumah atau di luar gedung, karena bisa saja kejahatan sedang mengintai pasangan anda. Memarkir mobil di dalam rumah setidaknya bisa mengurangi risiko kehilangan mobil, juga menghindari mobil terkena dampak dari kejadian tidak terduga. Apasajalah, baik itu goresan kerikil yang ditiup angin, atau batang kayu saat angin ribut. Ya siapa tahu.

Sayangilah pasangan (mobilmu) sedini mungkin. Karena banyak yang bilang, kita menuai apa yang kita tanam. Jika kita menyayanginya dengan setulus hati, dia akan menyayangi dan sangat membantu kita dalam segala urusan besertanya. Selamat bermesraan.

Tags

Ananda Perdana Anwar

Lahir di Pelaihari, tinggal di Banjarbaru, suka jadi driver online, tapi lebih senang nulis curhatan penumpang. Nyambi jadi wartawan, dan alhamdulillah masih beriman.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin