Ulasan

Tiga Sekolah Tinggi Agama Islam Kalsel Hadiri Haloqah BEM Pesantren se-Indonesia

TandaPetik.Com – Haloqah Badan Eksekutif Mahasiswa Pesantren se-Indonesia mengadakan Muktamar III & seminar nasional dengan tema “Mengukuhkan Integritas Mahasiswa Santri Menyambut Tahun Demokrasi” di Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Al-Muhsin Yogyakarta. Acara tersebut berlangsung dari tanggal 26-29 September lalu, dihadiri sekitar 200 perwakilan sekolah tinggi berbasis pesantren se-Indonesia.

Ahmad Alfian, selaku Presiden Dewan Mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam Martapura, yang juga ikut dalam acara Haloqah Badan Eksekutif Mahasiswa Pesantren se-Indonesia tersebut mengatakan bahwa, acara ini merupakan wadah berkumpulnya setiap lembaga (sekolah tinggi) yang bernaung di bawah yayasan pondok pesantren se-Indonesia, seperti mana Institut Agama Islam Darussalam ini.

Alfian juga mengatakan bahwa dari Kalimantan Selatan sendiri acara tersebut dihadiri oleh tiga sekolah tinggi, IAI Darussalam Martapura, STIT Darul Hijrah, dan STAI Al-Falah Banjarbaru.

Dalam kesempatan sambutan, Presidum Nasional Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia berharap mahasiswa santri menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah diajarkan di pesantren. Beliau juga mengatakan bahwa berintegritas bukan berarti apolitis, tetapi tetap berpolitik dengan cara yang ramah, dan menghindari politik praktis.

Ketuan STEBI Al-Muhsin, Dr. HM. Anis Mashduqi, Lc., MSI, dalam sambutannya mengatakan bahwa pada era sekarang reformasi dan demokrasi sekarang ini mobilitas dan panggung santri dalalm politik harus berlanjut dan semakin kuat, karena mobilitas dan panggung politik santri sebenarnya sudah dimulai sejak pra kemerdekaan di mana para santri menjadi pejuang dalam meraih kemerdekaan bangsa ini.

Dalam seminar tersebut juga hadir KH. Imam Aziz ketua PBNU, beliau memberi nasihat para mahasiswa santri supaya menjadi garda terdepan menggerakkan ekonomi kreatif.

Dalam acara ini, kata Ahmad Alfian lebih lanjut, selain juga untuk menjalin silaturahmi, rekomendasi program ke depan, juga untuk menentukan figur ketua halaoqah BEM pesantren se-Indonesia baru untuk periode 2018-2019.

“Ya, ini baru yang pertama kali kampus kita (Institut Agama Islam Darussalam martapura) mengikuti acara tersebut. Semoga ke depannya bisa istiqomah mengikuti acara tahunan itu supaya bisa menjalin relasi ke lembaga-lembaga (sekolah tinggi) baik di dalam atau di luar Kalsel dan belajar banyak hal dengan mereka,” tutupnya.

Tags

Rafii Syihab

Mahasiswa biasa yang punya cita-cita jadi manusia.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin