Ulasan

Terpaku Lukisan Abstrak Itu

TandaPetik.Com –  Lukisan abstrak memang sering membuat kita terpaku dan ingin lama-lama memandangnya. Terlepas dari mengerti atau tidaknya arti lukisan tersebut. ‘Yang penting enak saja dulu, urusan ngerti atau tidaknya entarlah’

Saya kebetulan beranjak ke pameran lukisan yang diadakan di Qmall Banjarbaru. Biasanya saya malas sekali menghadiri pameran lukisan. Namun, karena pekerjaan saya terpaksa harus beranjak kesana. Dari rumah sudah memang setengah hati beranjak ke tempat pameran tersebut. Memang awalnya saya kira pameran ini hanya seperti itu-itu saja. Cuman memajang lukisan, ya sudah beres! Apalagi ini diadakan sebuah mall, yang notabene saya harus mengeluarkan uang 15 ribu hanya untuk parkir saja. Itu masalah lainnya yang membuat malas ke pameran lukisan ini. Sekali lagi, kalau bukan karena pekerjaan pastinya tidak datang.

Setelah saya melewati parkiran yang cukup ribet, mesti kelok sana-sini. Ya sudahlah. Namanya juga pekerjaan. Lalu, saya memarkirkan kendaraan saya yang sudah tua.

Memasuki pintu mall yang identik warna merah ini dengan tulisan nama mall-nya. Hawa dingin menyapa saya seperti suara doi kepada pasangannya. Setelah masuk, saya langsung disuguhi berbagai lukisan. Oh ya, di mall ini mempunyai tiga lantai kebetulan acara pamerannya berada di lantai 1 (lantai paling atas) dekat bioskop cinemaxx.

Saya perhatikan, orang-orang disekitar hanya memperhatikan anak mereka yang mengikuti lomba yang kebetulan diadakan di pameran itu. Tanpa peduli ada lukisan yang terpajang di dinding mall tersebut. Saya mahfum hal ini terjadi. Karena tidak semua orang suka lukisan terlebih lukisan abstrak. Ketika saya berhenti di salah satu lukisan. Ya, lukisan tersebut berwajah kedua tokoh sastrawan yang terkenal di Kalimantan Selatan, Iberamsyah Barbari dan Arsyad Indradi. Sebenarnya, jika dilihat sisi investasi. Lukisan seperti itu sebenarnya tidaklah diperlukan orang. Namun, semua orang tidak perduli itu, jika dia suka pastilah rela menggelontorkan dananya untuk koleksi. Contohnya saja lukisan monalisa yang dihargai sebesar 9 triliun rupiah. Kalau saya beli lukisan monalisa itu, bisa-bisa ginjal saya saja tidak cukup.

Walaupun saya tidak suka lukisan, saya tetap menghormati para pelukis yang sudah mau berkarya. Oke, saya sampai lupa, pameran lukisan ini sebenarnya diadakan oleh Komunita Perupa Banjarbaru Balang Banua. Sebanyak 57 lukisan terpampang di background hitam. Sungguh perpaduan warna yang luar biasa antara background dan lukisannya.

Lukisan Abstrak Itu Bikin Merinding

Sembari saya bekerja untuk mendokumentasikan pameran tersebut, pastinya saya melirik lukisan-lukisan tersebut. Ada satu lukisan yang membuat saya terdiam lama di depannya. Untungnya saat itu udah selesai pekerjaan mendokumentasikannya. Saya cukup terpaku dengan lukisan abstrak ini. Apalagi lukisan abstrak ini berbentuk seperti anak kecil memakai baju kaos dengan wajah di bajunya. Dia sedang memegang balon berbentuk mata, dia memiliki kaki seperti gurita. Yang bikin saya merinding melihat lukisan abstrak ini. Kepala anak-anak itu diganti dengan balon udara. Dengan latar belakang warna jingga dan hijaunya rumput. Menambah keunikan lukisan ini, Saya salut dengan pelukisnya, bisa membuat lukisan seperti itu. Kalau kalian penasaran dengan lukisan tersebut. Kalian bisa datang ke pamerannya, diselenggarakan hingga 4 Mei tentu kalian masih sempat mendatanginya.

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

ardian

Saya adalah penggemar segala hal. Satu hal yang tidak saya gemari, berpikir!

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin