Sosok

Ternyata Diam-diam Putri Ayudya Memimpikan Hal ini

Putri Ayudya Ingin Punya Sanggar Seni Sendiri

TandaPetik.Com – Saya bertemu dengan Putri Ayudya dalam satu kegiatan di Gedung Bina Satria, Kota Banjarbaru. Siang menjelang sore, dan rupaya sedang break makan siang. Saya masuk dan disambut paras anggun nan sederhana memakai sweater merah muda.

Dia menyapa, “Ayo mas, mari makan dulu!” ajaknya, eh, tawarnya. Gak jelas, mungkin basa-basi atau serius. Mungkin dia juga melihat dari wajah saya yang menahan lapar.

Pertemuan itu sempat saya kira dia bagian dari panitia pelaksana. Tapi saya tepis perkiraan itu karena gak ada ID Card panitia dan mengenakan kaos berbeda. But, sebagai seorang artis, presenter, produser, yang telah membintangi beberapa film di Indonesia, ternyata Putri memang sebagaimana adanya seperti di layar kaca, non glamour, alih-alih dibuntuti asisten ke mana-mana, ya setiap artis memang punya gaya masing-masing kan, ya. Keramah-tamahan demikian saya kira tak berlebihan jika menyebutnya seorang yang “humble”. Saya mengulur tangan dan berkenalan.

“Saya Nanda”

“Saya Putri!”

“Terus kamu siapa? Iya, kamu, pembaca tulisan ini.” hehehe

Kami duduk di meja bundar, sebelah kanan saya babang fotografer yang sudah familiar di Banjarbaru, Muda Segala. Juga Munir di sebelah kiri saya disusul Ade Hidayat dari Forum Sineas Banua, dan Putri di hadapan saya. Obrolan pun memecah dari tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut sampai rasa penasarannya akan Patin Bakar khas Banjar.

Tawa yang memamerkan gigi rapi demikian mungkin sering kawan-kawan dapati di beberapa filmnya, apalagi saat Putri memerankan Guru Aqil di Wonderful Life (2016) disutradari Agus Makkie. Mungkin sudah lebih dari belasan film yang Putri bintangi. (baca: Wikipedia,) kabarnya 02 Agustus 2018 ini film barunya berjudul Kafir segera tayang, tongkrongin bioskop di kotamu, guys!

Saat ini ia menyandang sebutan sebagai duta Taruna Siaga Bencana (Tagana). Kegiatan outdoor dalam kesenian dan sosial memang bukan hal asing bagi Putri, sebagai pecinta alam, dia juga presenter jejak petualang. Di permulaan tahun 2017 kemarin, ia menguatkan kariernya sebagai aktor dan produser.

Terlepas dari semua karier dan prestasi yang ditorehkannya di Indonesia, ia merasa mendapatkan pengalaman berharga. Musim ini adalah masa-masanya memperdalam ilmu sebagai aktor dan produser.

“Mengikuti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) membuat saya bisa belajar langsung dari para pembicara yang senior tentang teknis dan tips maupun trik bikin film berbudget rendah secara cerdas.

Saya juga belajar bahwa teman-teman SMA dan sederajat sebenarnya sudah kenal bahkan kadang sudah fasih teknologi. Tidak jarang yang sudah baik dalam mengedit bahkan detil-detil sinematografi. Juga kami menemukan talenta-talenta yang keren dalam menulis alur cerita,” ungkapnya dengan bangga.

Putri tak memungkiri, terpesona terhadap generasi pelajar sekarang bahkan, bisa menghasilkan karya bersama-sama dalam waktu singkat. Disertai wawasan nusantara pun bertambah. Kewaspadaan dan kesadaran kian meningkat mengenai perihal radikalisme dan terorisme.

“Bertemu dengan banyak orang dari BNPT dan FKPT memberikan banyak informasi. Saya merasa andil dari usaha menjaga nusantara. Apalagi berkunjung ke suatu tempat dan tahu ada teman yang bisa kita temui,” tambahnya.

Putri Ayudya Ingin Punya sanggar seni sendiri

Saya pikir apalagi yang ia cita-citakan? apakah memang ia telah sampai pada puncak kariernya? Putri bilang, ia ingin sekali mempunyai sanggar seni sendiri yang di dalamnya diterapkan terapi psikologis maupun fisik dengan seni juga pementasan yang sederhana. Apalagi Putri adalah Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (2010).

“Jadi di situ semua orang harus bisa berkarya dengan bebas dan bertanggung jawab. Akan ada kepengurusan yang jelas, bussines flow yang baik, tapi juga social responsibility yang mengayomi. Setiap anggotanya bisa jadi keluarga yang punya sense of belonging terhadap sanggar,” jelas Putri memesona saya.

Putri Ayudya Sayangkan Tak Sempat Jalan-jalan

Pertemuan yang super-duper singkat tak beragenda itu pun harus berakhir. Dan ia tak sempat berwisata. Menurutnya, karena kedatangannya di Banjarbaru bagian dari tugas dari kenegaraan, maka sama saja ketika ia ke daerah lain, jarang sempat berwisata.

“Saya juga tidak sempat berkeliling Banjarbaru apalagi Kalimantan Selatan. Jadi masih di angan-angan saja soal Pasar Terapung, Museum Lambung Mangkurat, Rumah Sangkut, dan jembatan Barito yang sering dibicarakan. Ketika acara, di depan gedung Bina Satria saya melihat ada semacam taman ria. Senang sekali lihatnya! Apalagi sudah aktif sejak sore hari. Di Jakarta sudah jarang dan kalau pun ada biasanya hanya buka ketika malam hari. Ketika siang tutup atau bahkan tendanya dilipat.

Selebihnya saya belum bisa kemana-mana karena keterbatasan waktu dan tenaga. Satu-satunya wisata cepat yang saya lakukan adalah kuliner. Saya masih ingat rasa patin bakarnya. Seingat saya, selama di Indonesia, saya belum pernah makan patin selembut dan semanis itu. Jadi, patin bakar akan jadi hal wajib nomor wahid kalau saya ke Banjarbaru lagi,” pungkasnya mengepalkan tangan membulatkan tekad. Saya bilang ke Putri, jangan cari Patin Bakar di Jakarta, karena dijamin, rasanya tidak akan sama dengan yang di Banjar.

Ia bergegas menyelesaikan tugasnya untuk berbicara di depan para peserta. Acara selesai, kami bergegas pulang. Sempat terpikir untuk melanjutkan wawancara dan berfoto di akhir kegiatan. Sayang, dia keburu dikerumuni para peserta dan pelajar dan panitia pelaksana untuk berfoto bersama. Saya urungkan niat dan bergegas menuju deadline yang sudah seperti hantu. Awan mendung, hujan segera turun.

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

Ananda Perdana Anwar

Lahir di Pelaihari, tinggal di Banjarbaru, suka jadi driver online, tapi lebih senang nulis curhatan penumpang. Nyambi jadi wartawan, dan alhamdulillah masih beriman.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin