Esai

Tanggapan untuk “Oh. Gusti. Pemilihan Ketua Dewan Mahasiswa Saja Mereka Cuek”

Tanggapan dari Mahasiswa IAI Darussalam Martapura

TandaPetik.Com – Admin telah menerima tanggapan dari salah seorang pengunjung tandapetik.com yang mengatasnamakan dirinya sebagai pengumpul tanggapan dari Mahasiswa IAI Darusalam Martapura terhadap tulisan “Oh. Gusti. Pemilihan Ketua Dewan Mahasiswa Saja Mereka Cuek.”

Atas dasar azas keadilan, kami merasa perlu untuk juga menerbitkan tanggapan yang kami terima via WA, Minggu (19/06/2018). Berikut tanggapan tersebut sesuai teks aslinya:


 

1. yg nama x studi kasus tu apa ada narasumber x. tp ni kaya x pendapat x haja

2. Luar biasa

3. iya luar biasa.Tp klo menurut kami selaku mahasiswa d IAID,argumennya itu kyanya harus ada yg d refisi.
Pertama d dalam situ ada menyinggung bahwa mahasiswa hnya mementingkan nilai menurut survey beliau,pertanyaannya surveinya itu dilakukan ke semua mahasiswa/i apa cuman teman” sekitarnya saja,yg kedua menyinggung soal kampus terpencil yg antah berantah ana rasa itu sangat menyinggung.

Dan klo menurut ana sebab banyaknya mahasiswa yg tdk memilih itu tidak patut disalahkan karena apa?

1.Paslon tdak melakukan kampanye k kelas” klo menurut ana,bagaimana orang mau memilih klo mereka tdak kenal,

2. Setrategi pemilihannya kurang pas karenana kita mencakup kelas reguler dan khusus, dan tdak semua mahasiswa tau kabar dan slalu ada d kampus.

3. pemilihan terlalu sederhana hnya memakai secarik kertas. Itu kah yg d namakan politik? apa itu pemungutan suara? klo begitu ana rasa hanya hibah suara bergantung pada siapa yg beruntung d pilih.

Dan mahasiswa tdk perlu d mahasiswakan klo menurut ana,karna mereka sudah mahasiswa.Justru karna masiswa mereka berpikir kritis,dalam pikiran meraka buat apa milih toh paslonnya aja tdak pernah muncul d depan mata,buat apa m milih yg tdak d kenal.

klo menurut ana sih. Bukannya tdak suka tp agar artikel itu tdak menyinggung kalangan mahasiswa yg lainnya. Supaya kampus kita lebih baik lg k depannya


Tanggapan lain juga kami dapatkan di kolom komentar atas nama Ahmad Zainal Anbiya. Berikut komentarnya:

 

Begini kawan. Menurut saya opini anda itu kan menjadi argumen anda. Namun bagaimana bila opini yang anda miliki itu keliru dan tidak sesuai dengan apa yang terjadi? Penggiringan opini yang dilakukan oleh anda ini seolah mengatakan bahwa setiap yang tidak memilih mereka mempunyai paham sekuler.

Belum lagi anda mengatakan bahwa menurut survey anda mahasiswa lebih mementingkan nilai, itu mahasiswa yang mana??? Anda jangan menganggap remeh kata² anda di situ… Sertakan data yang akurat bila anda ingin mengatakan “Atas dasar survey”. Apa jangan² malah hanya teman anda yang disurvey?

Belum lagi anda mengatakan bahwa Kampus kita antah berantah di kota kecil, ini seolah mengatakan anda mengejek kampus sendiri. Setidaknya jangan lah mengejek seperti ini, malah seolah kita menganggap remeh perjuangan pendiri kampus. Kalau tidak suka ya silahkan pindah.

Anda juga menulis ini kan murni opini, kalau mau buatlah di Facebook atau Blog Pribadi.

Perbedaan pilpres dengan dema sudah terlihat dari awal. Kalo KPU Nasional sudah ada agenda yang masyarakat sudah tau jadwalnya. Kampus kita? Kok malah tiba² pemilihan. Progja nya gak jelas. Dimana sekulernya? Dimana demokrasinya? Saya rasa demokrasi barat pun tidak mengajarkan seperti ini. Apakah politik yang dipahami oleh panitia, paslon, hingga ANDA itu sesempit ini? Sampai berkoar tentang politik dan Islam?

Bahkan seolah mencari bahan untuk disalahkan melalui penggiringan opini ini?
Apa karena kurangnya suara hingga pasangan yang didukung kalah?

No offense…

Tapi tulisan anda itu juga sudah menyinggung banyak pihak yang tidak sesuai dengan tulisan anda ini.
Saya kemarin tiba² juga dikabarkan teman saya bahwa terjadi pemilihan, lho saya juga kaget dong tidak ada kampanye dan sosialisasi atau tetek bengeknya kok tiba² seperti ini? Dan saya juga sedang tidak berada di tempat.

Saya pun melihat di IG bahwa memang jadwal pemilihan terjadi kemarin, dan jadwal itu pun muncul di IG setelah pemilihan. Saya lihat di situ ada jadwal debat, dll.

Kok bisa saya tidak tau? Apakah harus saya yang kesana kemari untuk mencari tau? Wow hebat banget.
Dan juga ada yang tiba² akrab dan ingin minjam KTM, woy memangnya seperti pihak Timses Jokowi yang suka ngoleksi KTP?

Dan menurut saya opini anda SALAH BESAR jika menyalahkan mahasiswa karena tidak memilih, mengingat apa yang terjadi di kampus.

Atau anda mendukung paslon sebelah dan tidak terima karena paslonnya kalah, langsung deh menulis ini untuk mengungkapkan kekecewaan karena kurang suara. Haha…..


Kami selaku pengelola TandaPetik.Com berterimakasih atas respon dan tanggapan di atas. Semoga ini membawa kebaikan bagi kita bersama.

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

Artikel Berkaitan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin