Politik

Tagar #2019GantiCelanaDalam yang Kini Kian Tenggelam

TandaPetik.Com – Presdien Tik Tok memang sedang pusing ketika tagar #2019GantiCelanaDalam ramai dan booming di media sosial. Disebutkan dalam beberapa jurnal sosial media, presiden Tik Tok sempat panik, meski hal tersebut sebenarnya telah diantisipasi begitu lama. Ia bersama tim telah melakukan penelaahan dan kajian politik yang super duper matang. Termasuk konsultasinya ke beberapa pihak militer dan tim-tim Informasi berbasis Teknologi kenamaan di dalam Istana.

Tak dipungkiri Kemunculan tagar #2019GantiCelanaDalam pun dipelopori oleh sejumlah pemimpin Alumni Doublekabin 4×4. Berawal dari unjuk rasa damai di Negeri Gedibal meruntuhkan tahta kekaisaran Lu Bu yang kasar itu kemudian mengusung calon dari kelompok mereka yakni Murad dan Cappucino yang berhasil menduduki jabatan Gubernur Negri Gedibal sampai sekarang.

Pasca kejadian tersebut, kelompok Alumni 4×4 pun kembali mengusung dan menyimpan sejumlah calonnya untuk menggantikan tahta Presiden Tik Tok. Mereka pun mempublikasikan siapa-siapa calon yang cocok untuk menggantikan posisi presiden Tik Tok. Satu di antaranya yakni Gubernur Nusanusa Indehoy.

Nasib malang tak bisa ditalang, Pertengahan tahun tadi Gubernur Nusanusa Indehoy memberikan pernyataannya untuk mendukung kepeimpinan Presiden Tiktok agar dua periode. Hasilnya? Pecahlah suara. Tinggal lagi 50:50. Masyarakat Alumni 4×4 dibuat bingung, padahal Gubernur Nusanusa Indehoy sangat mewakili visi dan misi mereka. Sebagian dari masyarakat yang kekeuh dengan misi tagar #GantiCelanaDalam tetap tak bisa terima pernyataan Gubernur Nusanusa Indehoy.

Apalah daya, belum lagi Gubernur Nusanusa Indehoy menjelaskan ijtihad politiknya, netizen ramai membuli, mencemooh, memaki, dan mengatakan yang tidak-tidak kepada Gubernur Indehoy yang terkenal akan kedalaman ilmunya dalam memajukan suatu negri bahkan pengetahuannya soal tata negara. Di sisi separuhnya lagi, masyarakat merenung, mengapa harus demikian, lantas pilihan yang tadinya komitmen dengan #2019GantiCelanaDalam pun perlahan mulai beralih ke Presiden Tiktok

Pasca pernyataan itu, Gubernur Nusanusa Indehoy pun selalu diminta pernyataan klarifikasinya di hadapan media online bahkan layar kaca negara. Berkali-kali ia menjelaskan dengan kepintaran dan kecerdasan berpolitiknya, masih saja banyak kaum-kaum yang tidak terima.

Gubernur Nusanusa Indehoy ketika diwawancarai oleh Airman Kampret TV menjelaskan, tugasnya sebagai tim pemenangan Bowo Tiktok pada 2014 silam sudah selesai. “Saya mencermati bagaiman pemimpin nasional kita dalam 4 tahun ini bagaimana menjalankan program. Saya merasakan ada kesetaraan daerah yang jauh dari Istana dalam hal pembangunan dan infrastrukturnya, saya merasakan hal itu. Maka dari itulah saya rasa tidak cukup untuk 1 periode saja. Banyak pertimbangan dan penilaian yang saya lakukan terkait politik dan arah dukungan ini,” katanya.

Menurut Gubernur Nusanus Indehoy, pernyataannya tersebut sebagai pandangan pribadi, tidak ada interpensi apalagi teguran dari Partai Mersides Bento yang mengusungnya dan menang dalam kompetisi menjadi Gubernur Nusanusa Indehoy.

Airma Kampret TV menyanggah dan mempertanyakan, apakah Gubernur Nusanusa Indehoy tidak takut akan kehilangan kawan, sahabat, pengikut, yang justru sebelumnya telah mengandal-andalkannya dalam panggung politik di Negri Impian ini.

“Saya menghormati semua pandang-pandangan sayabat saya. Saya kira panggung ini tentu menjadi lahan untuk menggali hal-hal yang baik. Bahkan ini bagian dari akal sehat dan bukit empiri. Saya tentu tidak ingin tenggelam dalam wacana publik dan memanfaatkan #2019GantiCelanaDalam sebagai momentum menaikkan rating analisis Lembaga Survei Aisyah Jatuh Cinta Pada Jamilah. Itu tidak baik. Saya banyak melakukan pembicaraan termasuk kawan-kawan alumni di mana saya dididik di negri Cleopatra. Banyak fragmentasi yang dikontribusikan pemimpin kita yaknit Partai Mersides Benti ke negri gedibal,”

Mendengar penjelasan tersebut, Aiman Kampret TV manggut-manggut saja. Ia mempertanyakan apakah popularitas masih sangat penting dalam konstelasi politik di negri impian.

Gubernur Nusanusa Indehoy meyakini itu, popularitas masih sangat penting dalam konstelasi politik. Terlebih negri impian yang dinilainya memunyai nuansa polarisasi yang luar biasa. Ia ingin meminimalisir stigma-stigma kanan dan kiri dalam interpertasi masyarakat atau wacana publik.

Meski pada awalnya Gubernur Nusanusa Indehoy ingin merangkul semua dan berada di tengah-tengah, hasilnya, namun popularitas dalam pemberitaan dirinya justru semakin naik dan digadang-gadangkan pendamping Presiden Tiktok. Tak dipungkiri juga isu pencoretan namanya sebagai calon pengganti presiden Tiktok. Hasilnya, ia digadang-gadangnya sebagai calaon wakil presiden Tiktot untuk periode selanjutnya. Lawan politiknya yang lain yang justru telah lama mendidikasikan diri sebagai calon wakil Presiden Tiktok pun gigit jari. Dan juga para kaum Alumni 4×4. Mereka masih menunggu Imam tertinggi untuk arahan kepada siapa suara mereka berpaling. Apakah tetap #2019GantiCelanaDalam atau #PresidenTiktok 2 periode. Atau tidak keduanya sama sekali, Faktanya, tagar itu mulai tenggelam. Masyarakat Negara Impinan sedikit-sedikit bertafakur. Presiden Tiktok menyimpan satu kejutan lagi. Begitu dinamika politik negri Impian. Kita tak pernah tahu.

Tags

Ananda Perdana Anwar

Lahir di Pelaihari, tinggal di Banjarbaru, suka jadi driver online, tapi lebih senang nulis curhatan penumpang. Nyambi jadi wartawan, dan alhamdulillah masih beriman.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin