Esai

Susur Sungai, Saksikan Sungai Satui Tercemar Limbah

TandaPetik.Com – Hampir sepekan warga Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu yang menjadi Pelanggan PDAM tidak mendapatkan air bersih di karenakan PDAM selaku Perusahaan Daerah yang menangani pendistribusian air bersih dari masyarakat tidak dapat beroperasi secara maksimal.

Tidak maksimalnya PDAM Satui dalam memproduksi air bersih tersebut dikabarkan karena air sungai Satui yang merupakan bahan baku air untuk produksi air bersih PDAM Satui tercemar limbah.

Menyikapi hal tersebut, kami yang tergabung dalam LSM PETA Kalimantan Selatan bersama dengan LSM GEMPITA Tanah Bumbu mencoba mencari tahu kebenaran atas informasi tercemarnya sungai Satui. Memang dalam beberapa hari sejak PDAM macet, air sungai satui terlihat berwarna coklat dan pekat bercampur lumpur.

Menggunakan Perahu motor, pada hari sabtu (05/08/2018) sekira jam 14.00 Wita kami melakukan susur sungai Satui untuk mengetahui secara pasti penyebab dari berubahnya kondisi air sungai Satui. Dalam perjalanan menggunakan transportasi air tersebut, kami disuguhkan pemandangan khas kehidupan masyarakat pada bantaran sungai dan pemandangan warna air sungai yang keruh kecoklatan serta masih sedikit kelihatan pekat bercampur lumpur, berbeda jauh dengan sekira 20 tahun silam, ketika itu air sungai Satui masih terlihat jernih dan bisa digunakan langsung oleh warga untuk keperluan sehari hari.

Sepanjang perjalanan susur sungai tersebut, kami juga masih menjumpai puluhan ekor jenis monyet dari berbagai spesies, termasuk kami juga menjumpai monyet jenis Bekantan yang merupakan icon Kalimantan selatan yang masih tersisa hidup ditengah kepungan aktiftas pertambangan batubara dan perkebunan sawit yang berada sekitaran kawasan bantaran sungai satui.

Tepat jam 16.00 wita kami tiba dilokasi yang kami duga adalah sumber daripada limbah yang mencemari air sungai Satui. Lokasi tersebut adalah saluran pembuangan air limbah yang bermuara di bibir sungai Satui dan berasal dari salah satu Perusahaan pertambangan Batubara. Nampak jelas air berlumpur dari lubang galian tambang batubara dialirkan ke sungai Satui. Selain itu, ketika kami susuri ke tebing pada lokasi tersebut, kami jumpai 1 unit alat berat yang standby pada kolam pengolahan limbah dari aktifitas pertambangan batubara.

Tepat di samping lokasi lokasi pertambangan batubara tersebut, kami juga menjumpai kolam penampungan limbah pabrik kelapa sawit yang mana air limbah dari Pabrik Kelapa Sait juga dialirkan ke Sungai Satui.

Dari hasil susur sungai tersebut, kami berasumsi bahwa sungai Satui saat ini kondisinya sudah kritis karena banyaknya aktifitas Perusahaan baik Pertambangan Batubara dan Perkebunan Sawit yang membuang limbahnya ke sungai Satui. Perlu Perhatian serius dari Instansi yang membidangi Lingkungan hidup dan masyarakat, selain itu yang lebih penting, perlunya kesadaran para pelaku usaha pertambangan batubara dan perkebunan sawit untuk lebih ramah terhadap lingkungan dalam aktifitas kerjanya.

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin