Ulasan

Strategi Dakwah Ala Komikus: Salah Seorang dari Kalsel Ada di dalam Komik Ini

TandaPetik.Com – Banyak cara untuk seseorang berdakwah. Bisa lewat lisan atau tulisan. Dakwah, menurut KBBI berarti penyiaran agama dan pengembangannya di kalangan masyarakat, seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama, bisa juga disampaikan dengan cara lain seperti yang Sunan Kalijaga contohkan lewat wayang kulit. Sebagaimana yang kita tahu, beliau menjadikan wayang kulit tersebut sebagai media dakwah Islam sehingga tidak menghilangkan budaya asli yang melekat di masyarakat jawa kala itu.

Zaman sekarang, strategi semacam itu pun sangat penting untuk dilakukan agar orang-orang dapat mengenal Islam lewat berbagai cara. Maka dari itu, saya kira, metode dakwah Islam penting memadukan berbagai cara agar bisa tersampaikan dengan nyaman dan mudah diterima oleh berbagai umat. Terserah, apakah mau lewat wayang sebagaimana Sunan Kalijaga, atau lewat komik seperti yang kawan dekat saya lakukan dalam antologi Dakwah Ala Komikus yang diterbitkan oleh Salsabila Pustaka Al-kautsar Group beberapa bulan lalu.

Konon, awal mula komik sebenarnya adalah gambar-gambar hewan yang ditemukan di Prancis Selatan di Goa Lascaux, yang oleh para arkeolog diperkirakan telah berusia 17.000 tahun lamanya. Tapi entahlah, saya juga tidak tahu pasti. Sebab, kelahiran komik ini memang sedikit tidak jelas, ada banyak versi tentang asal mulanya. Yang jelas, doi udah tua dan sudah pikun.Β  Tapi, tak peduli seberapa tuanya, doi masih terkenal sampai sekarang. Bahkan, ada ratusan juta ribu orang yang tergila-gila dengan dunia per-komik-an ini (Istilah yang ngasal banget), dari mulai anak-anak hingga yang udah punya anak.

Nah, itulah mengapa, saya kira, berdakwah lewat komik sebagaimana yang kawan saya lakukan ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa bagus agar memperluas ajaran Islam ke berbagai usia.

Berdakwah lewat komik

Kawan saya ini punya nama asli Nour Hartani, cuma sering pakai nama pena sebagai Koko Tatan, masih nyantri dan dengan bangga mengaku sebagai mahasiswa tua. Dalam buku IQOMIC Dakwah Ala Komikus itu dia menyumbang satu bab berjudul A Slice Of Moslem Life yang kemudian terbagi lagi menjadi sepuluh sub judul.

Terdiri dari cerita-cerita super singkat menjadikan panel-panel komik Koko Tatan enak dibaca dan menarik. Gambarnya lucu-lucu dan khas, sebagaimana biasa gambar-gambar yang biasa dia bagikan secara cuma-cuma di berbagai media sosial macam Instagram dan Facebook. Ceritanya ringan, berkutat tentang kehidupan sehari-hari seorang muslim; dari mulai membaca bismillah ketika hendak makan sampai adab bertetangga. Pokoknya mantap lah.

Dalam buku yang diisi oleh dua puluh dua komikus itu, Koko Tatan juga menjadi satu-satunya komikus asal Kalimantan Selatan yang termasuk di dalamnya. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Selatan secara umum, dan secara khusus tentu ini merupakan prestasi yang begitu membanggakan bagi kampus di mana dia kuliah, Institut Agama Islam Darussalam Martapura, dan UKM kampus tempat dia berkesenian, Sanggar Ar-Rumi.

Saya sendiri, dari sepuluh sub judul yang digambar Koko Tatan, paling suka dengan bab yang berjudul: Melakukan Sendiri. berkisah tentang mahasiswa mandiri yang melakukan segala sesuatu serba sendiri. Cerita ini mengambil tema tentang meniru perilaku Rasulullah Saw. yang mengerjakan sesuatu serba sendiri. Dan, selain Koko Tatan, komik ini juga memuat komikus lainnya seperti: Sam Jo, Dendi Waloeh, Ndoz, Rizki Goni, Farid Fadly, dan masih banyak lagi.

Komik ini tersebar di banyak toko buku di pulau Jawa dan di toko-toko buku Kalimantan Selatan. Saya tidak meminta Anda untuk membeli, tapi jika sampai Anda tidak punya koleksi komik ini, sungguh kebangetan.

Sebagai seorang kawan, saya berharap karya seorang Koko Tatan ini tidak mentok sampai di sini saja. Semoga kelak bakal ada lagi karya-karya lainnya, entah itu antologi bersama atau justru dia sendiri. Well, sukes terus, Ko. Lanjutkan dakwah ala komikus ini ke tingkat selanjutnya. Dan, seperti jargon yang ada di antologi Dakwah Ala Komikus, itu: Sampaikanlah, walau dengan satu panel!

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

Rafii Syihab

Mahasiswa biasa yang punya cita-cita jadi manusia.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin