Ulasan

Sosialisasi Layanan Berbasis Teknologi, Kalsel Duluan, Peserta Melebihi Target

Kesigapan Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel Menyikapinya

TandaPetik.Com – Selamat. Kalimantan Selatan menjadi tujuan pertama oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dalam rangka Sosialisasi Layanan Berbasis Teknologi Informasi, bertempat di Hotel Royal Jelita, 5 Juli 2018. Rencananya, sosialisasi serupa akan dilaksanakan di Bali, Aceh dan Sumatera.

Dalam kesempatan sosialisasi ini diikuti perwakilan dari para Pustakawan yang ada di dinas perpustakaan, perguruan tinggi, guru sekolah hingga kalangan Mahasiswa, di Kalimantan Selatan berjumlah 385 orang, dan itu melampaui target yang diharapkan.

Sosialisasi Perpusnas

Sesuai undangan, awalnya diperkirakan hanya datang 300 orang saja. Ternyata, yang datang malah melebihi target, hal ini menunjukkan betapa tingginya antusias masyarakat Kalsel dalam perkembangan teknologi Informasi khususnya mengenai Perkembangan Perpustakaan Digital.

Persiapan panitia dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, sebenarnya sudah matang, dengan menyiapkan 300 konsumsi dan sertifikat. Akibat membludaknya peserta melebihi target, akhirnya panitia dengan sigap menyikapi itu dengan menambah kekurangan yang ada.

Kesigapan pun juga ditunjukkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Nurliani Dardie dengan langsung meminta maaf kepada peserta sosialisasi. Dia berjanji, akan memberikan sertifikat tambahan untuk para peserta yang belum dapat.

“Kan sertifikatnya datang langsung dari Perpusnas, kita minta tambah. Perpusnas memenuhinya,” ucapnya saat jeda sosialisasi tersebut.

Sosialisasi layanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi ini membahas tentang fasilitas dan layanan aplikasi iPusnas, eResources, Indonesia One Search dan iKalsel.

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang peserta mempertanyakan dengan adanya berbagai aplikasi berbasis online milik perpustakaan, apakah justru tidak mengurangi jumlah kunjungan ke perpustakaan?

Pertanyaan itu dilontarkan oleh salah satu mahasiswa UIN Banjarmasin bernama Fitria Rahmah. Kemudian pertanyaan tersebut dijawab oleh Kepala Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, Drs. Titiek Kiismiyati, M. Hum.

Menurutnya, pengunjung perpustakaan dalam tanda kutip bisa online (outside) maupun inside. Dan masih banyak yang bisa dikerjakan pengunjung ketika berada di perpustakaan. Jaman sekarang perpustakaan tidak hanya menyediakan buku-buku untuk dibaca. Namun harus menyediakan atau mengadakan kegiatan masyarakat (event, red) seperti menyulam. Bukan hanya buku tentang sulam saja dibaca, namun di perpustakaan bisa mengadakan workshop tentang menyulam, bisa kerjasama dengan pihak UMKM.

Tags

ardian

Saya adalah penggemar segala hal. Satu hal yang tidak saya gemari, berpikir!

Artikel Berkaitan

One Comment

  1. Layanan offline online emang ngebantu banget buat orang-orang nyari buku waktu ke perpustakaan
    Apalagi mahasiswa semester akhir yang notabene nya belum tau buku apa yang bakal dipakai lalu mengandalkan kata kunci buat nyari bukunya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin